Analisa Pendapatan Usahatani dan Persepsi Petani pada Bawang Merah Organik”. (Studi kasus di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto). (PRT-16)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Program intensifikasi pertanian melalui penerapan teknologi pertanian, seperti penggunaan pupuk kimia, pestisida kimia dan bibit unggul, ternyata menyisakan suatu masalah bagi kelestarian lingkungan, keseimbangan alam dan pertanian itu sendiri. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang kurang terkendali, menyebabkan petani menjadi ketergantungan terhadap produk ini dan dari waktu ke waktu dosisnya semakin bertambah. Hal ini berdampak pada kesehatan manusia yang mengkonsumsinya, kelestarian lingkungan pertanian menjadi terganggu, timbulnya organisme pengganggu tanaman, dan semakin berkurangnya keanekaragaman hayati.

Melihat perkembangan dunia saat ini, dimana masyarakat bergaya hidup “back to nature” semakin meningkat kesadarannya tentang kesehatan dan kelestarian lingkungan, mereka menginginkan suatu makanan yang benar-benar serba alami, dan bebas zat kimia, pestisida, dan pupuk kimia. Gaya hidup ini telah berkembang di negara-negara maju dan baru lima tahun terakhir ini Indonesia mulai mengembangkannya. Efek dari adanya globalisasi juga mempengaruhi pola konsumsi masyarakat dunia dalam keragaman, mutu, dan keamanan produk pangan. Maka dengan sendirinya permintaan akan berubah ke produk pertanian yang lebih memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan.

Kabupaten Mojokerto, khususnya di Desa Sajen, Kecamatan Pacet merupakan salah satu daerah pengembangan pertanian organik dan telah berhasil membudidayakannya dengan baik. Budaya bertani secara konvensional yang selama ini telah diterapkan oleh para petani semakin tidak menguntungkan dan semakin lama biaya produksinya semakin besar. Naiknya harga saprodi merupakan faktor utama terjadinya  kerugian di tingkat petani yang tidak diiringi dengan adanya kenaikan harga produk yang memadai. Akibat penggunaan bahan-bahan kimia yang terus menerus, maka berdampak pada ketidakseimbangan lingkungan, yaitu menurunnya daya dukung lahan, sehingga produksi menurun. Dari adanya masalah tersebut maka petani ingin memperbaiki sistem budidayanya dengan sistem budidaya organik, khususnya bawang merah organik.

Pertanian organik merupakan solusi atau alternatif terbaik untuk mengatasi kemerosotan hasil produksi, biaya produksi yang tinggi, dan kerusakan lingkungan. Dalam jangka panjang, sistem pertanian inilah yang dianggap paling sesuai untuk diterapkan, selain produknya sehat untuk dikonsumsi, dan ramah lingkungan. Semakin bertambahnya konsumen membuat pendapatan petani semakin besar, sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarganya.

Prinsip utama pertanian organik adalah penggunaan input dari luar yang rendah. Pertanian organik merupakan suatu sistem yang berusaha untuk mengembalikan semua jenis bahan organik kembali kedalam tanah, baik dalam bentuk residu, dan limbah pertanaman maupun ternak yang selanjutnya bertujuan untuk memberikan nutrisi pada tanaman (Sutanto, 2002).

Berbagai penilaian positif tentang usaha tani organik ini ternyata belum mampu menarik minat petani untuk beralih dari pertanian konvensional ke pertanian organik. Persepsi tidak selalu identik dengan pengambilan keputusan, dalam hal ini adalah keputusan berusaha tani organik atau an- organik. Petani organik belum tentu memiliki persepsi yang positif tentang usaha tani organik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, misalnya motivasi, yaitu adanya dorongan karena adanya suatu proyek dari pemerintah maupun swasta, atau hanya ikut-ikutan sehingga mungkin belum melakukan budidaya organik sesuai anjuran. Begitupun sebaliknya, petani yang memiliki persepsi positif tentang pertanian organik belum tentu melakukan budidaya secara organik, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya keterbatasan modal dan ketidakberanian untuk mengambil resiko. Persepsi petani yang baik dan benar tentang pertanian organik sangatlah penting bagi pengembangan pertanian organik untuk kedepan, karena merupakan dasar pemahaman tentang apa dan bagaimana pertanian organik itu.

Usahatani sebagai kegiatan untuk memproduksi lingkungan pertanian pada akhirnya dinilai dari biaya yang dikeluarkan, penerimaan yang diterima, dan selisih dari keduanya adalah pendapatan, yang merupakan keuntungan dari usahatani organik itu. Analisa usahatani dimaksudkan untuk mengetahui  kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk melakukan usahatani, penerimaan yang diperoleh, sehingga dapat diukur besarnya pendapatan.  Disamping mengukur tingkat pendapatan, juga perlu dipertimbangkan tingkat efisiensinya. Pendapatan yang besar tidak selamanya menunjukkan efisiensi yang tinggi, oleh karena itu analisa pendapatan sebaiknya diikuti dengan pengukuran efisiensi. Perencanaan yang baik dalam sistem usaha tani ini termasuk penggunaan input dalam sistem produksi akan membantu memperbaiki mutu, sehingga dapat bersaing secara kompetitif, sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang diusahakan.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat pendapatan dan efisiensi usahatani bawang merah  organik, serta persepsi petani terhadap pertanian organik.



Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cara Seo Blogger

Contoh Tesis Pendidikan