Pengembangan Wisata Religi Dan Pemberdayaan Masyarakat Bagi Peningkatan Kehidupan Sosial-Ekonomi (Kasus Di Desa Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan) (SO-7)

BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Sektor pariwisata  merupakan salah  satu sumber devisa non migas  bagi Pemerintah Indonesia.         Bagaimana  pengembangan  sektor pariwisata   yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, pengembangan sektor pariwisata sedang giat- giatnya dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menghadapi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Dengan adanya Program Unggulan Visit  Indonesia Year 2008, Era globalisasi telah membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang potensial dalam berbisnis, sehingga banyak orang asing yang berkunjung ke Indonesia selain untuk tujuan wisata.
Apakah  tujuan  dari  pengembangan  pariwisata  yang  dilakukan.  Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pengembangan pariwisata bertujuan untuk  mengetengahkan   berbagai   kegiatan   strategis   da berbagai   rekaman peristiwa pembangunan  kebudayaan  dan  kepariwisataan,  sehingga  masyarakat memahamsekaligu memberika apresias terhada ara kebijaka yang ditempuh dalam rangka tercapainya pembangun kebudayaan dan kepariwisataan yang  demikian  besada kompleksnya  tantangan  yang  dihadapi  Indonesia belakangan ini.
Bagaimana  kontribusi   bidang   kebudayaan  dan  kepariwisataan  dalam pembangunan   nasional Kontribusi   bidang   kebudayaa dan   kepariwisataan nasional dalam pembangunan bangsa dilaksanakan dalam 9 Program Pokok, yaitu PrograPengembangan Nilai      Budaya,  Pengelolaan      Keragaman       Budaya, Pengelolaan Kekayaan Budaya  dilakukan  melalui  pengembangan  bidang  Nilai Budaya,    Seni   dan   Fil serta  bidang   Sejara da Purbakala Program Pengembangan  Destinasi  Pariwisata dan Pengembangan  Pemasaran Pariwisata, Pengembangan  Kemitraan, Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Negara,  Penataan   Kelembagaan  dan Ketatalaksanaan   serta  Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan  Kepemerintahan (Ministry  of Culture  and Tourism, Republic of Indonesia 2006)

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pemulung Di Tpa Winong Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara Dalam Memanfaatkan Puskesmas (SO-6)

BAB I 
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Masyarakat Indonesia memiliki struktur masyarakat yang terdiri dari berbagai lapisan sosial masyarakat dan terbagi lagi dalam stratifikasi sosial. Lapisan  sosial merupakan  tempat  yang  diambil  seluruh  masyarakat  yang mempunyai  kedudukan  sosial  yang  sama  atau  setingkat.  Stratifikasi  sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial  berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan  (Hendropuspito,  1989  :  109). Individu  yang   masuk  dalam golongan tinggi dalam suatu stratifikasi sosial akan memiliki status sosial yang tinggi pula dengan berbagai keistimewaan hak yang dimiliki. Hal inilah yang mendorong masing-masing individu berlomba untuk memperoleh status sosial tinggi dan salah satu upaya untuk mewujudkannya dengan penghasilan (ekonomi), pendidikan, pekerjaan dan kedudukan sosio-politik. Lebih lanjut, diantara banyak cara untuk memperoleh status sosial, bekerja merupakan cara yang sering ditempuh untuk memperbaiki status sosial individu.
Harapan seseorang  untuk  mendapatkan  penghasilan  besar  sehingga status  sosialnya  menjadi  lebih  baik  bukanlah  sesuatu  yang  mudah.  Hal tersebut dikarenakan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang  memberikan penghasilan  besar  seringkali mensyaratkan  sesuatu  diluar  individu  harus bekerja keras,  seperti pendidikan, kemampuan dan ketrampilan yang tinggi. Kondisi  seperti  inilah  yang  sering  menjadi kendala  banyak  orang  untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang diharapkan. Situasi tersebut semakin  diperparah  dengan  jumlah  lapangan  kerja  yang terbatas  sehingga mendorong tingkat pengangguran tinggi.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Domestic Violence Against Woman In Helvy Tiana Rosa’s A Meeting In A Silent Garden (PBING-25)

CHAPTER I INTRODUCTION

Chapter  I  is  Introduction  which  consists  of  some  sub-chapters.  They  are background  of  the study,  reasons  for  choosing  the  topic,  statements  of  the problem, objectives of the study, significance of the study, and the outline of the study.

1.1 Background of the Study

In this modern era, when everyone lives with their right, where there are a lot of women’s movements, we still can find dependent women that are trapped under man’s authority. Some call it as patriarchy, actually these kinds of case have many causes not only patriarchy.  Still people assumed that patriarchy is the main factor of it. Here are some examples of domestic violence:

Bima, NTB. A teacher tortured his wife because his wife forbad him to do polygamy. Mujnah, the wife, reported her husband behavior to the local police department. Police had  caught  Mujnah’s husband and sentenced him 5 years in jail. The cause of domestic violence  in  this case is quite simple; it is just a problem of self control of the husband’s passion. In other words, it just because one reason, troubles never end.

(Reportase Pagi/ Trans TV, August 8, 2008; 05.55 a.m.)

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

An Analysis Of Children’s Emotion In Privratsky’s Conversations With My Daughter Through The Freudian Psychoanalysis Theory (PBING-24)

CHAPTER I 
 INTRODUCTION

 1.1 Background of the Study


It is obviously understood that in our lives, family is so worthy. Family, as a child’s first  environment, sets the pattern for her/his attitudes toward people, things and life in general. As Teagarden (1946), has pointed out that “all manners of attitude deviations can be and often are,  accounted for by the subtleties of family   relationships”.   Therefore,   the   writer   concludes   harmonious   family relationship depends on the attitudes settled between them.

Freud as cited by Hurlock (1956: 499) states that “there have been marked changes in  attitudes toward children”. Freud contents that too much “parental tenderness” accelerates sexual maturity, “spoils” the child and makes him unable to be satisfied with a smaller amount of love in later phase of life. This attitude toward too much love and interest in and affection for the child was echoed by one of American Psychologists, J.B. Watson (1928: 499). He was  the one who sounded the loudest warnings to parents to beware of too much mother love because of the harmful effects on the personality development of the child.

There are many kinds of parental attitudes established by researchers, and the most commonplace are permissiveness, overprotectiveness, submissive, rejection, domination,  acceptance,  and  submission  to  a child  (Hurlock:  1956).  Those parental attitudes influence children’s emotion. According to Warga (1983: 219), there are five basic emotions, i.e. fear, love, anger, sorrow, and joy. In line with Warga, Ekman and Friesen (1971: 5) suggest that “there are six basic biologically programmed emotions: happiness, sadness, fear, anger, surprise, and disgust”. To be more specific, Hurlock  (1956: 226) in his book Child Development divides children’s emotion into seven, i.e. fear, anger, worry, jealousy, joy, affection and curiosity.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Hubungan Antara Kekuatan Otot Punggung Dan Kekuatan Otot Lengan Dengan Kecepatan Gerak Bantingan Bahu Pada Atlet Gulat Kota Semarang Tahun 2006 (POL-16)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Alasan Pemilihan Judul.
Olahraga Gulat adalah olahraga beladiri kuno, kemungkinan sudah ada sekitar tahun 2050 sebelum Masehi. Mula-mula dilakukan oleh bangsa Sumeria kemudian berkembang di Mesir. Hal ini  terbukti dengan banyaknya peninggalan sejarah di Mesir yang mengungkapkan bahwa di Mesir pada sekitar 1 atau  2 abad sebelum Masehi sudah terdapat olahraga gulat. Lukisan  dinding pada makam di Benni Hassan misalnya. Di sana banyak terdapat gambar-gambar orang gulat. Di Benni Hassan sendiri ada sekitar 40 lukisan, di makam Bahti III ada sekitar 219, dan di makam Setti ada sekitar 122  lukisan. Dari gambar-gambar tersebut sudah nampak adanya teknik–teknik dalam gulat, seperti teknik berdiri pada posisi yang kokoh  dan  teknik  serangan  kaki.  
Di  Yunani  gulat  berkembang  sangat  pesat bahkan termasuk satu di  antara tiga hal yang sangat dijunjung tinggi di Yunani ialah Ilmu Pengetahuan, Seni dan Olahraga yang dalam hal ini adalah gulat. Dari perkembangan  di  Yunani  inilah  selam berabad-abad, gulat  masuk  dalam olahraga dunia dan dipertandingkan dalam even olahraga dunia. ( Petrov, 1987 : 20-22 ). Penelitian ahli sejarah dan antropologi mengatakan bahwa di beberapa negara di dunia terdapat jenis perkelahian yang dapat dikategorikan sebagai gulat. Di Jepang gulat diberi nama  Sumo, di Icelandors diberi nama Clima, di Swiss bernama Schwingen,  di  Scotlandia  bernama  Lancasshimci,  di  Irish  bernama Cumberland, Catch as Catch di Amerika dan Greco Roman di Yunani. 
Di negara China gulat telah menjadi mata pelajaran di sekolah olahraga sejak tahun 2000 sebelum masehi. ( PGSI, 1985 : 8-9 ). Di Yunani gulat berkembang sangat pesat bahkan termasuk satu di  antara tiga hal yang sangat dijunjung tinggi di Yunani ialah Ilmu Pengetahuan, Seni dan Olahraga yang dalam hal ini adalah gulat. Dari perkembangan  di Yunani  inilah  selam berabad-abad,  gulat  masuk  dalam olahraga dunia dan dipertandingkan dalam even olahraga dunia. ( Petrov, 1987 : 20-22 ).

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000) Sebagai Layanan Komunikasi Bergerak Generasi Ketiga (TE-8)

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Pemilihan Judul
Sekarang ini kebutuhan untuk berkomunikasi menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Kebutuhan akan pelayanan telekomunikasi akan semakin meningkat dikarenakan tuntutan kebutuhan pengguna dimasa depan yang semakin meningkat pula, namun yang pasti kebutuhan fasilitas suara masih merupakan kebutuhan yang utama bagi para pengguna jasa telekomunikasi.

Sistem komunikasi bergerak diyakini akan memegang peranan yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi. Karena dengan sambungan telepon tanpa kabel (wireless) akan semakin mempermudah seseorang untuk berkomunikasi kapan saja dan dimana saja.

Untuk dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna dimasa yang akan datang yang semakin berkembang, diperlukan sebuah standar global dalam bidang komunikasi bergerak. Saat ini spesifikasi dan standar bagi generasi ketiga dari teknologi wireless dikenal sebagai International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000).
Sebagai sistem komunikasi bergerak generasi ketiga (3G), kata “IMT-2000” memiliki tiga makna kata yang mengandung arti, yaitu: pertama, standar telekomunikasi bergerak ini akan diresmikan pada sekitar tahun 2000, yang kedua standar ini akan memiliki kecepatan 2000 Kbps atau 2Mbps, dan yang ketiga akan beroperasi pada frekuensi 2000 MHz. Kecepatan sebesar itu mutlak dibutuhkan di masa mendatang yang merupakan era multimedia.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Tiga Metode Ekstraksi Ciri Pada Pola Tanda Tangan (Perangkat Lunak) (TE-6)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Akhir-akhir ini pengenalan pola (pattern recognition) banyak diimplementasikan di dunia industri ataupun instansi, seperti automated capture dari sinyal dan gambar untuk keperluan identifikasi. 

Banyak sekali metode ekstraksi ciri yang dapat diaplikasikan untuk pengenalan pola. Dalam proyek akhir ini dilakukan suatu perbandingan beberapa metode ekstraksi ciri untuk mendapatkan hasil verifikasi pola tanda tangan yang paling akurat. Metode yang akan dibandingkan adalah metode vektor kuantisasi, DFT 2D, dan DCT 2D. 


Metode vektor kuantisasi yang digunakan adalah dengan mengambil sampel satu pola tanda tangan. Lalu dicari nilai rata-rata fitur pola input tersebut, dan data tersebut dijadikan sebagai pembanding pada proses verifikasinya. Untuk metode DFT, memiliki sifat yang tidak berpengaruh terhadap pergeseran karena pada bagian citra hanya diambil bagian magnitudenya.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Aplikasi Webserver Berbasis Mikrokontroler Atmel Atmega32 (TE-7)

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Masalah
Akhir-akhir ini web/internet berkembang dengan pesat. Webserver merupakan suatu kebutuhan mutlak di dunia teknologi informasi sekarang ini. Salah satu fungsi utamanya adalah menyediakan layanan web yang mampu memberikan informasi tertentu kepada penggunanya. Bahasa yang masih sering digunakan dalam mengimplementasikan web adalah HTML (Hyper Text Markup Language).


Mikrokontroler merupakan miniatur komputer dengan teknologi baru yang banyak dikembangkan. Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakan mikrokontroler sebagai basisnya. Atmel, salah satu perusahaan pembuat mikrokontroler terbesar, menciptakan mikrokontroler baru yang lebih canggih daripada generasi sebelumnya. Mikrokontroler tersebut adalah mikrokontroler jenis AVR. Salah satu contohnya adalah mikrokontroler atmel atmega32. Mikrokontroler ini memiliki banyak keunggulan, antara lain mempunyai kecepatan eksekusi yang lebih cepat dari mikrokontroler versi sebelumnya dan memiliki kapasitas memori yang lebih besar dari versi yang sebelumnya.

Biasanya, webserver dibuat pada suatu perangkat komputer dengan harga yang relatif mahal baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Padahal, tidak semua sumber daya pada komputer tersebut dapat digunakan secara maksimal. Sedangkan saat ini teknologi mikrokontroler semakin berkembang dengan harga yang jauh lebih murah dari harga seperangkat komputer. Dengan ini akan jauh lebih ekonomis jika membuat webserver dengan menggunakan mikrokontroler sebagai basisnya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Hubungan Antara Intensitas Penerangan Dan Suhu Udara Dengan Kelelahan Mata Karyawan Pada Bagian Administrasi DI PT. Hutama Karya Wilayah IV Semarang (IKS-8)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pembangunan ketenagakerjaan merupakan upaya menyeluruh dan ditujukan kepada peningkatan, pembentukan dan pengembangan tenaga kerja yang berkualitas, produktif, efisien, efektif dan berjiwa wirausaha, sehingga mampu mengisi, menciptakan dan memperluas lapangan kerja serta kesempatan berusaha.

Dalam pembangunan ketenagakerjaan, perlu dibina dan dikembangkan perbaikan syarat-syarat kerja serta perlindungan tenaga kerja dalam sistem hubungan industrial Pancasila menuju kepada peningkatan kesejahteraan tenaga kerja (Depkes, 2003:25).
Agar tenaga kerja berada dalam keserasian sebaik-baiknya, yang berarti dapat terjamin keadaan kesehatan dan produktivitas setinggi-tingginya maka perlu ada keseimbangan yang menguntungkan dari faktor yaitu beban kerja, beban tambahan akibat dari lingkungan kerja, dan kapasitas kerja (Suma’mur PK, 1993:48).

Kondisi lingkungan kerja perkantoran (administrasi) pada umumnya lebih baik bila dibandingkan dengan lingkungan kerja bagian produksi. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa pekerjaan administrasi yang mengandalkan pikiran dinilai lebih membutuhkan pemusatan kosentrasi, sedangkan pekerjaan produksi lebih banyak menggunakan kekuatan fisik tubuh. Selain itu beberapa sarana maupun peralatan kerja administrasi seperti komputer, panel-panel kontrol dan lain-lain memerlukan kondisi ruangan tertentu untuk dapat dioperasikan secara optimal. Kondisi yang demikian seringkali menimbulkan keluhan-keluhan akibat ketidaktahuan pengelola gedung dalam mengatur suhu udara, ventilasi maupun tata letak sarana dan prasarana kantor (Soewarno, 1992:57). Secara umum harus dapat menciptakan kondisi kerja sebaik-baiknya dengan jalan mengendalikan semua faktor lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi pekerjaan dan efisiensi manusia, antara lain masalah penerangan yang memungkinkan tenaga kerja dapat mengamati obyek yang dikerjakan dengan cepat, jelas dan aman (Suma’mur PK, 1993:97).


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

CONTOH SKRIPSI AKUNTANSI

Download paling lengkap skripsi akuntansi berbagai tema seperti keuangan, manajemen ,sektor publik dan masih banyak lagi. Semuanya gratis! Jadi bagi kamu mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang memikirkan judul maupun proposal bisa menggunakan beberapa contoh dibawah ini. Untuk membantu anda menyelesaikannya.

Semua skripsi ini dihimpun dari berbagai sumber, Kami usahakan link2 download akan diupdate sehingga anda mendapatkan contoh yang terbaru untuk skripsi ini. 

Berikut Contoh Skripsi Akuntansi yang bisa anda gunakan sebagai referensi dalam menyusun tugas akhir...





Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kapasitas Vital Paru Tukang Ojek Di Alun-Alun Ungaran Kabupaten Semarang Bulan Maret Tahun 2007 (IKS-7)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Transportasi memegang peranan penting dalam akitivitas manusia, baik transportasi udara, laut maupun darat. Kepadatan lalu-lintas alat transportasi berkaitan erat dengan jumlah penduduk dan ketersediaan sarana-prasarana. Lalu lintas dan angkutan jalan raya sebagai bagian dari sistem transportasi menempati posisi vital dan strategis dalam pembangunan nasional. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam industri otomotif begitu pesat, sehingga laju pertambahan kendaraan juga meningkat dengan cepat yang mengakibatkan transportasi manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lain menjadi mudah dan cepat. Dalam kondisi ini persaingan di sektor transportasi menjadi semakin ketat dan untuk memenangkan persaingan diperlukan sumber daya manusia pekerja di sektor transportasi yang sehat dan produktif (Eryus AK.,2001:2).

Semakin banyak jumlah kendaraan bermotor yang digunakan per satuan waktu pada wilayah tertentu, semakin tinggi pencemaran udara. Pada tahun 2005 jumlah kendaraan bermotor di Jateng sekitar 3,8 juta unit yang terdiri dari sepeda motor mencapai 70 persen, sedangkan mobil 30 persen, bahkan jumlahnya tahun 2006 bakal bertambah lagi (www.kompas.com).

Para ahli memperkirakan sekitar 60-80% penduduk perkotaan di dunia menghirup udara yang kualitasnya buruk bagi kesehatan atau setidaknya dengan kadar polutan mendekati Nilai Ambang Batas. Seorang pengemudi bus umum tidak terlepas dari keterpaparan oleh zat kimia, baik dari sumber yang bersifat internal (dalam kendaraan) maupun eksternal (luar kendaraan). Beberapa bahan pencemaran yang dikenal seperti gas Karbon Monoksida (CO), Timbal (Pb), Ozon (O3), Nitrogen Oksida (NOX), Belerang Oksida (SOX), radikal bebas dan debu (Dadi S, 2003:9). Begitu pula bagi seorang tukang ojek yang keseharian pekerjannya berhubungan langsung jalan raya, tentunya juga tidak terlepas dari keterpaparan oleh zat-zat kimia pencemar tersebut.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Sarang Laba-Laba Sebagai Sumber Inspirasi Pembuatan Busana Pesta Dengan Hiasan Payet (TB-3)

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manusia mempunyai kebutuhan pokok disamping pangan dan papan yaitu pakaian.Pakaian digunakan untuk melindungi tubuh dari pengaruh iklim dan pengaruh luar. Busana telah dikenal manusia dari zaman dahulu.Pada mulanya busana hanya berbentuk sederhana dan sekedar penutup tubuh,bahan yang digunakan juga dari kulit binatang. Proses pembuatanya juga sangat sederhana,tidak memerlukan jahitan,dan sebatas dililitkan pada tubuh.

Estela memiliki pemikiran yang lebih maju ,manusia mulai menciptakan model-model busana yang lebih bervariasi. Kemajuan zaman dari masa ke masa model busanapun berkembang dengan beralih peranan.Busana tidak hanya sebagai pelindung tubuh melainkan juga sebagai alt mempercantik diri serta menutupi kekurangan diri seseorang.

Keanekaragaman busana yang ada dewasa ini bayak didominan oleh busana wanita. Busana diciptakan sesuai denga kesempatan .misalnya busana pesta ,kerja, olahraga, rekreasi, pengantin, dll. Di antara mode busana yang ada sering mendapat perhatian khusus adalah busana pesta, yang mana busana ini merupakan busana khusus yang dikenakan kesempatan tertentu. Busana pesta dapat mendukung penampilan seseorang sehingga penampilan lebih menarik dan dapat menutupi kekurangannya.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

HUBUNGAN ANTARA KINERJA MENJAHIT DENGAN SIKAP WIRASWASTA PADA KELOMPOK BELAJAR MENJAHIT DI KELURAHAN BONGSARI KECAMATAN SEMARANG BARAT (TB-1)

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha sadar untuk membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian unggul, mandiri,  jujur,  berpikir  maju,  tangguh,  cerdas, kreatif,  terampil,  disiplin, mempunyai etos kerja tinggi,  profesional, bertanggung jawab dan produktif. Apabila dicermati maka dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan dilihat dari sektor  bidang  usaha, adalah  untuk  mengembangkan  kemampuan  warga belajar sehingga mempunyai keterampilan,  berdisiplin,  beretos kerja tinggi, profesional, bertanggung jawab dan produktif.

Sebagai  salah   satu   su sistem   dari   sistem   pendidikan   nasional, penyelenggaraan pendidikan luar sekolah berperan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pendidikan luar sekolah diselenggarakan dengan maksud untuk  memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berorientasi pada bidang         kerja        tertentu. Berbeda dari pendidikan jalur sekolah, penyelenggaraan pendidikan luar sekolah lebih menekankan pada pemberian bekal kepada warga belajar agar  mereka mampu menghidupi dirinya sendiri (Pidarta,1997:22).  Hal  ini  berarti  bahwa  dengan  adanya  pendidikan  luar sekolah, warga belajar akan mempunyai sumber penghidupan yang layak bagi dirinya dan atau keluarganya. Salah satu contoh dari pendidikan luar sekolah yang  ada  di  masyarakat  adalah  kursus atau  kelompok  belajar  menjahit. Kelompok  belajar  merupakan  kumpulan  warga  yang belajar  dan  berusaha mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan atau keterampilan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan (Depdikbud,1996:5).

Kelompok belajar   menjahit ini diselenggarakan    dengan         tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada bidang jahit menjahit kepada warga belajar, dengan harapan agar mereka mampu bekerja atau menciptakan lapangan kerja pada bidang jahit menjahit, misalnya modiste, konveksi, tailor dan sebagainya. Bagi warga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau sedang  mencari  pekerjaan  namun  tidak  memiliki  keterampilan  khusus, keberadaan kelompok belajar menjahit akan sangat membantu sebagai tempat untuk  menimba  ilmu  menjahit  untuk  dijadikan  modal  keterampilan  dalam mencari  lapangan pekerjaan. Sedangkan bagi warga masyarakat yang sudah mempunyai bakat atau  kemampuan menjahit, keberadaan kelompok belajar menjahit dapat dijadikan sebagai tempat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, sehingga bakat    yang    dimilikinya dapat   diasah   dan  dikembangkan secara lebih terarah.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cara Seo Blogger

Contoh Tesis Pendidikan