Pengaruh Proses Rekrutmen Dan Seleksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Angkasa Pura I (PERSERO) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (MS-26)

BAB I PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang Masalah
Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang pentin dalam pencapaiaan  tujuan.  Umumnya  pimpinan  perusahaan mengharapkan  kinerja  yang  baik dari  masing-masing  karyawan  dalam mengerjakan tugas-tugas yang  diberikan oleh perusahaan. Perusahaan menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar dalam proses pembangunan perusahaan bahkan nasional, oleh karena itu kualitas  SDM  senantiasa  harus  dikembangkan  da diarahkan  agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Adapun  aktivitas-aktivitas  manajemen  sumber  daya  manusia  ini terdiri dari : perencanaan sumber daya manusia, pengadaan, pengarahan, pengembangan, pemeliharaan, dan pemberhentian. Hal ini ditujukan agar perusahaan dapat mengelola  sumber daya manusia yang baik secara efektif dan efisien.
Salah satu aktivitas dalam pengelolaan SDM adalah rekrutmen dan seleksi. Rekrutmen adalah suatu proses pengumpulan sejumlah pelamar yanmemiliki   kualifikasi  yang sesuadengayandibutuhkan perusahaan,  untuk dipekerjakan  di  dalam perusahaan  (Malthis,  2001). Adapun manfaat dari rekrutmen adalah memiliki fungsi sebagai “the Right Man on The Right  Place”, dimana hal ini menjadi pegangan bagi para manager dalam menempatkan tenaga kerja yang ada di perusahaannya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Efektivitas Pengelolaan Dan Sistem Pengendalian Piutang Pada Pt. Pelabuhan Indonesia Iv (Persero) Cabang Terminal Petikemas Makassar (KE-36)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Melihat perkembangan dunia usaha yang banyak bermunculan dan tumbuh dengan semakin cepat, hal ini merupakan suatu dampak yaitu yang ditandai dengan semakin meningkatnya suatu persaingan usaha yang kompetitif. Menghadapi persaingan tersebut, perusahaan atau pimpinan perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan atau meningkatkan nilai perusahaan serta mampu untuk mengelola faktor-faktor produksi yang ada secara efektif dan efisien agar tujuan suatu perusahaan tercapai. Dalam hal ini pula perusahaan juga dituntut untuk mampu menentukan kinerja usaha yang baik, sehingga perusahaan akan dapat menjamin kelangsungan hidupnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut manajemen harus mengelola perusahaan dengan baik dan harus didukung oleh penetapan perencanaan, kebijakan, prosedur, pendelegasian wewenang, metode-metode dan standar pelaksanaan yang dapat diterapkan untuk mengevaluasi hasil yang dicapai.
Dengan semakin berkembangnya perusahaan, ruang lingkup perusahaan semakin luas, sehingga tugas dan wewenang pimpinan didelegasikan kepada orang lain. Dengan demikian pimpinan perusahaan membutuhkan laporan-laporan dan analisis kegiatan operasional agar dapat mengarahkan, mengendalikan, melindungi perusahan dalam rangka usaha pencapaian tujuan. Kebutuhan akan laporan ini dapat dipenuhi dengan adanya sistem yang memadai dalam rangka pengelolaan kegiatannya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Kemampuan Penarikan Simpulan Dalam Berlogika Pada Siswa Kelas Xi Semester 2 Sma Persada Bandarlampung Tahun Pelajaran 2009/2010 (PBI-8)

I.  PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk yang berakal. Dengan adanya akal manusia akan dapat berpikir. Proses berpikir biasanya bertolak dari pengamatan indera atau observasi empirik. Proses itu dalam pikiran menghasilkan sejumlah pengertian dan sekaligus keputusan atau simpulan. Kegiatan berpikir itu sendiri sangat diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa tersebut. Kegiatan berpikir yang logis harus diikuti bahasa yang logis pula, agar informasi yang disampaikan penutur dapat tersampaikan secara logis pula.

Salah satu fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran (Depdikbud, 1995: 1). Selain itu, dikatakan pula bahwa salah satu tujuan pengajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa dapat mengungkapkan suatu hal secara jelas dan logis serta sistematis sesuai dengan konteks dan situasi di berbagai bentuk dan ragam bahasa (Depdikbud, 1995: 2). Oleh sebab itu, seorang guru atau pengajar harus mampu mengembangkan kemampuan berlogika peserta didik melalui proses belajar mengajar.

Untuk melatih kegiatan berlogika siswa yaitu dengan menerapkan keterampilan berbahasa, yang meliputi keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan  dalam keterampilan berbahasa dan dapat digunakan oleh pengajar atau guru dalam mengarahkan serta mempertajam kepekaan penalaran siswa. Siswa tidak hanya diharapkan mampu menerima dan memahami informasi yang disampaikan secara lisan maupun tulisan tetapi siswa juga harus mampu mengungkapkan kembali informasi yang didapat tersebut baik secara lisan maupun tulisan.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kecakapan Hidup Siswa Pada Materi Prinsip-Prinsip Klasifikasi, Virus, Dan Monera Melalui Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Dengan Model Iqro Di Man 2 Semarang (PBIO-5)

BAB I 
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia yang secara teknis-operasional dilakukan melalui pembelajaran. Program pembelajaran yang baik akan menghasilkan efek berantai pada kemampuan peserta didik untuk belajar  secara  terus menerus   melalui  lingkungannya  baik  lingkungan  alam maupun  lingkungan  sosial sebagai sumber  belajar  yang  tak  terbatas.  Melalui proses belajar dari lingkungan, individu dapat menemukan  kembali jati dirinya, dapat  melakukan  sesuatu  yang  baru,  merasakan hubungan  yang  lebih  akrab dengan alam dan sesamanya. Melalui keterampilan belajar akan ditemukan suatu bentuk   keterampilan  khusus  yang  sesuai  bakat  dan  minatnya serta  dapat digunakan sebagai basis untuk memperoleh penghasilan layak.
Keterampilan  khusus  tersebut  adalah  life  skills  yang  diperoleh  melalui keterampilan belajar. Menurut Gredler  dalam Anwar (2004), individu yang sudah memiliki  keterampilan   belajar   dapat   mengarahkan   dirinya   pada   berbagai keterampilan        baru     termasuk   keterampilan kejuruan. Mereka juga dapat mengembangkan kapasitasnya  untuk  memberkati hidup mereka melalui kreativitas sepanjang  masa. Jadi individu yang memiliki keterampilan belajar, akan  mudah  memperoleh  berbagai  keterampilan  lain, termasuk  keterampilan untuk bekerja yang merupakan bagian dari kreativitas kehidupan jangka panjang.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PA



"BINGUNG PILIH JUDUL..??? BERIKUT INI SAYA SAJIKAN JUDUL-JUDUL SKRIPSI FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PAI, MUNGKIN INI BISA JADI INSPIRASI ANDA DALAM PENGEMBANGAN JUDUL"

Klo belum merasa puas dengan ini dan butuh skripsi yang utuh silahkan klik judul untuk mendapatkan isi lengkap!!!


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Download Skripsi Pendidikan Agama Islam


Download Skripsi Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam adalah salah satu jenis pendidikan wajib di setiap sekolah mulai dari SD sampai SMU. Karena mayoritas Negara Indonesai memeluk agama Islam.

Diharapkan dengan adanya pendidikan agama Islam ini dapat memberikan motivasi agar lebih rajin dalam menunaikan kewajiban agama Islam.
Jika ingin membuat skripsi pendidikan agama Islam dapat mengambil judul tentang peranan agama Islam dalam sistem pendidikan di Negara ini. Banyak hal yang dapat kita ambil untuk dijadikan sebagai bahan skripsi.

Berikut ini adalah contoh skrispi pendidikan Islam.
  1. Membuat judul. Menulis nama judul, nama penulis, nama kampus dan nomor induk mahasiswa. Judul harus yang berkaitan dengan dunia pendidikan Islam, misalnya Strategi Membina Mental Anak yang Bertakwa melalui Pendidikan Agama Islam.
  1. Membuat pendahuluan/latar belakang masalah. Bagaimana metode yang tepat agar anak-anak dapat menyukai pendidikan agama Islam.
  1. Pembahasan masalah. Membuat penjelasan masalah-masalah yang mungkin akan menjadi suatu pro dan kontra.
  1. Perumusan masalah. Membuat jalan keluar dari masalah-masalah yang ada serta pembahasan masalah-masalah agar strategi ini dapat dengan mudah diterapkan di seluruh lapisan masyarakat.
  1. Tujuan dan manfaat penelitian. Menerangkan manfaat dari sistem ini bukan hanya untuk memanfaat membina mental yang baik tapi juga membuat anak-anak mencintai agamanya.
  1. Metodelogi Penelitian. Dapat menggunakan contoh-contoh pengajian-pengajian atau pesantren kilat.
  1. Kerangka berfikir. Membuka pemikiran baru tentang pentingnya pendidikan agama Islam.
  1. Landasan Teori.Dengan lebih mengutamakan pendidikan agama Islam maka akan menjadi lebih baik lagi sistem pendidikan di Indonesia.
  1. Hipotesis. Memberikan jawaban-jawaban yang mungkin akan muncul dengan strategi ini.
  1. Penutup. Mengemukakan alasan-alasan yang tepat mengapa strategi ini harus diupayakan di Indonesia dan memberikan harapan-harapan yang baik.
Berikut ini adalah beberapa contoh skripsi pendidikan agama. Silahkan download jika ingin mempelajari lebih lanjut.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (Bpd) Dalam Legislasi Peraturan Desa (Studi Kasus Di Desa Jatiroto Kecamatan Kayen Kabupaten Pati) (HK-28)

BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Desa  merupakan   satu   kesatuan   masyarakat   hukum maka   dalam kehidupan  dibatasi oleh sebuah peraturan yang harus ditaati, peraturan dibuat dengan tujuan agar dalam  kehidupan bermasyarakat tercipta suatu kehidupan yang harmonis, adil, aman dan makmur.
Pemerintahan  Desa  adalah  kegiatan  pemerintahan  yang  dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan  Badan  Permusyawaratan Desa. Badan Permusyawaratan  Desa yang    seterusnya        disebut BPD     adalah         Badan Permusyawaratan yang terdiri atas pemuka-pemuka masyarakat yang ada di Desa  yang   berfungsi  mengayomi adat-istiadat, membuat  Peraturan  Desa, menampung  dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan  terhadap penyelenggaraan  pemerintahan  desa   (Peraturan pemerintah No. 72 tahun 2005 tentang Desa).
Berdasarkan ketentuan di atas,  kedudukan, wewenang, fungsi, dan tugas Badan Perwakilan Desa (BPD) sangat menentukan dalam proses pemerintahan desa. Pertama, yaitu  sebagai satu-satunya lembaga perwakilan yang berfungsi sebagai saluran utama aspirasi warga desa, tidak hanya berperan sebagai badan legislasi,         melainkan         juga  sebagai arsitek perubahan  dan    pembangunan masyarakat. Hal itu bisa membuat BPD menjadi aktor dan pelopor demokrasi di desa.   Kedua,  berkenaan dengan  wewenang  BPD yang  dapat  menjatuhkan Kepala Desa  sebelum masa jabatannya berakhir menempatkan anggota BPD kepada  posisi  yang  sangat  menentukan dan  berakses  terbentuknya arogansi yang bisa merugikan masyarakat, jika anggota BPD mempunyai kepentingan di luar kepentingan rakyat umumnya. Ketiga, BPD yang mengadopsi para aktivis Partai Politik, memungkinkan otoritas partai bermain melalui  mereka, yang dapat menempatkan warga desa sebagai objek persaingan elit partai politik di desa.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Peningkatan Kemampuan Menceritakan Kembali isi cerita yang diperdengarkan melalui media boneka tangan siswa kelompok B TK. Muslimat Islamiah Kramat Jegu Tahun Pelajaran 2008/2009 (PBI-12)

BAB I 
PENDAHULUAN 

A.                 Latar Belakang
Pendidikan adalah adalah komunikasi, dalam arti bahwa dalam proses belajar mengajar terjadi penyampaian pesan yang berupa informasi dari guru sebagai komunikator dan murid sebagai penerima informasi atau komunikan. Namun, proses komunikasi yang terjadi dalam proses belajar mengajar hanya dilakukan untuk menghasilkan satu efek yaitu meningkatkan pengetahuan siswa terhadap pelajaran atau informasi yang diberikan guru.

 
Proses komunikasi dalam pendidikan adalah bentuk komunikasi kelompok secara langsung dimana seorang komunikan yakni guru yang berada diruang kelas, bertatap muka dan menyampaikan informasi berupa meteri pelajaran kepada beberapa orang siswa. Namun, adakalahnya proses penyampaian materi pembelajaran oleh guru tidak berjalan efektif karena proses pembelajaran yang dilakukan tidak mampu membuat siswa menyukai materi yang disampaikan, sehingga siswa terkesan malas untuk mengikuti pembelajaran, pada akhirnya efek yang diinginkan yaitu pemahaman siswa terhadap materi pelajaran tidak tercapai. Oleh karena itu hendaknya sebelum melaksanakan pembelajaran, seorang guru yang bertindak sebagai komunikator di dalam kelas harus merencanakan segala hal yang berkaitan dengan penyampaian pelajaran kepada siswanya, baik dari segi penyampaian, metode maupun media yang digunakan. Melalui penyampaian yang bagus, penggunaan metode dan pemilihan media yang tepat maka akan menghasilkan proses kpembelajaran yang efektif.
 
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. 


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Perkawinan Campur Dalam Novel Rojak Karya Fira Basuki (PBI-7)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sastra adalah ekspresi kehidupan manusia yang tidak lepas dari akar masyarakatnya. Kendati demikian, sastra tetap diakui sebagai sebuah ilusi atau khayalan dari kenyataan. Sastra tidak akan semata-mata menyodorkan fakta secara mentah. Sastra bukan sekedar copy kenyataan melainkan kenyataan yang telah ditafsirkan. Kenyataan tersebut bukan berupa jiplakan yang kasar, melainkan sebuah refleksi halus dan estetis.

Sastra juga merupakan sebuah refleksi lingkungan sosial budaya yang merupakan satu tes dialektika antara pengarang dengan situasi sosial yang membentuknya atau merupakan penjelasan suatu sejarah dialektika yang dikembangkan dalam karya sastra. Oleh karena itu, baik aspek bentuk maupun isi karya sastra akan terbentuk oleh suasana lingkungan dan kekuatan sosial suatu periode tertentu. Dalam hal ini, teks sastra menjadi saksi zaman. Sekalipun aspek imajinasi dan manipulasi tetap ada dalam sastra, aspek sosialpun juga tidak bisa diabaikan. Aspek-aspek kehidupan sosial akan memantul penuh ke dalam karya sastra. Oleh sebab itu, setiap karya sastra itu mencerminkan masyarakat dan zamannya.

Dalam pandangan Lowenthal (dalam Endraswara 2003:88) sastra sebagai cermin nilai dan perasaan yang akan merujuk pada tingkatan perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang berbeda dan juga cara individu menyosialisasikan
diri melalui struktur sosial. Perubahan dan cara individu bersosialisasi biasanya akan menjadi sorotan pengarang yang tercermin lewat teks. Cermin tersebut menurut Stendal dapat berupa pantulan langsung segala aktifitas kehidupan sosial. Maksudnya, pengarang secara nyata memantulkan keadaan masyarakat lewat karya sastranya, tanpa terlalu banyak diimajinasikan.

Karya sastra yang cenderung memantulkan keadaan masyarakat, mau tidak mau akan menjadi saksi zaman. Dalam kaitan ini, sebenarnya pengarang ingin berupaya untuk mendokumentasikan zaman dan sekaligus sebagai alat komunikasi antara pengarang dan pembacanya. Oleh karena masyarakat cenderung dinamis, karya sastra juga akan mencerminkan hal yang sama. Sebuah karya sastra tidak hanya mencerminkan fenomena individual secara tertutup tetapi lebih merupakan sebuah “proses yang hidup”. Sastra tidak mencerminkan realitas seperti fotografi, tetapi lebih sebagai bentuk khusus yang mencerminkan realitas.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Etika Hubungan Guru Dan Siswa Dalam Proses Belajar-Mengajar Di Mts. Nurul Hikmah Padak Lembar Lombok Barat (PAI-11)

BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang


Kemajuan yang berlangsung saat ini dan mungkin di saat yang akan datang berlangsung cepat, beragam, dinamis dan sukar diramalkan. Agar bisa mengikuti, mensucikan diri dan berkiprah dengan kemajuan-kemajuan yang sangat cepat tersebut kuncinya adalah pada belajar.


Dalam era globalisasi dan pasar bebas, serta persaingan ketat antar bangsa dalam mempertahankan pasar, manusia diharapkan pada perubahan-perubahan yang cepat dan sinergis. Ibarat nelayan di lautan lepas yang dapat menyesatkan, jika tidak memiliki kompas sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya.


Perkembangan yang cepat dari lingkungan yang cepat harus diimbangi oleh perkembangan yang cepat pula dari individu warganya. Untuk itu setiap individu warga planet bumi ini dituntut untuk belajar. Lebih banyak belajar, meningkatkan kemampuan, motivasi dan upaya belajarnya, sehingga tercipta masyarakat belajar. Individu warga wasyarakat yang banyak belajar akan mempercepat perkembangan masyarakatnya, perkembangan masyarakat yang cepat menuntut warga masyarakat belajar lebih banyak lebih intensif.


Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan tibal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam proses belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan guru dan siswa tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar (Usman, 1995:4).



Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Perkembangan Dan Preferensi Terhadap Larva Glyphodes Pulverulentalis (Hama Ulat Pucuk) Pada Lima Jenis Tanaman Murbei (Morus Sp.) (PRT-171)

Tanaman murbei (Morus sp.) mempunyai peranan penting dalam usaha persuteraan alam, sebab daun tanaman ini merupakan makanan pokok bagi ulatsutera (Bombyx mori). Produksi dan kualitas daun murbei tidak hanya menentukan pertumbuhan dan kesehatan ulatnya, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas kokon yang dihasilkan dan sekaligus menentukan pula hasil produksi benang suteranya (Sunanto, 1997).

          Dengan semakin populernya persuteraan alam, maka usaha–usaha ke arah peningkatan produksi dan kualitas daun ditingkatkan, agar diperoleh jumlah kokon yang banyak dan berkualitas baik. Tanaman murbei termasuk jenis tanaman yang sering diganggu hama atau penyakit. Serangan hama atau penyakit mengakibatkan produksi daun murbei mengalami penurunan (Sunanto, 1997).

          Hama yang umumnya menyerang tanaman murbei adalah jenis-jenis serangga dari ordo seperti Coleoptera, Hemiptera, Lepidoptera, Thysanoptera. Hama-hama tersebut dapat menimbulkan kerusakan besar karena memakan tunas, daun, batang, bahkan akar tanaman murbei (Handoro, 1997). Hama yang banyak merusak tanaman murbei di Sulawesi Selatan ada 4 jenis yaitu hama pucuk, kutu daun, kutu batang dan penggerek batang. Hama pucuk G. pulverulentalis banyak merusak daun dan daun muda (Dirjen Kehutanan, 1995). Kuantitas dan kualitas daun murbei tidak hanya menentukan pertumbuhan dan kesehatan ulat sutera tetapi berpengaruh terhadap kualitas kokon yang dihasilkan dan sekaligus menentukan produksi benang sutera (Samsijah,1985).

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Biaya Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah Pada Perusahaan Susu Anugerah Di Kecamatan . ...(PRT-77)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
                Pembangunan sub sektor peternakan sangat penting guna memenuhi permintaan masyarakat akan hasil peternakan. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran pemenuhan kebutuhan gizi, maka permintaan akan hasil-hasil peternakan semakin meningkat. Salah satu hasil peternakan yang banyak dibutuhkan masyarakat adalah susu sapi. Susu dapat diartikan sebagai sekresi yang normal dari kelenjar ambing hewan menyusui (Susrini, 1992).

         Perusahaan Susu Anugerah merupakan bentuk perusahaan peternakan sapi perah yang memelihara ternak secara komersial dari tahun ke tahun. Kendala yang dihadapi usaha peternakan sapi perah adalah mengenai metode evaluasi perbandingan antara penerimaan dan pengeluaran usaha peternakan sapi perah yang tepat sehingga pendapatan yang diperoleh dapat layak untuk memenuhi biaya produksi, untuk mengetahui hubungan antara skala usaha dan biaya produksi terhadap pendapatan usaha.

Biaya produksi dalam arti ekonomi adalah semua korbanan yang harus ditanggung untuk menghasilkan barang atau jasa yang siap dipakai konsumen  (Sudarsono,1986). Menurut Ibrahim (1998) biaya produksi terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh naik turunnya produksi yang dihasilkan, terdiri dari gaji karyawan tetap, bunga bank, pengambilan pokok pinjaman, penyusutan, asuransi dan biaya tetap lainnya yang harus dapat ditentukan besarnya. 

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Petelur Di … Dan … Kecamatan … Kabupaten …(PRT-81)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

            Usaha peternakan ayam petelur telah tersebar luas baik sebagai peternakan rakyat maupun sebagai perusahaan peternakan. Beberapa hal yang menyebabkan kemajuan tersebut adalah adanya perbaikan teknologi pengolahan ayam petelur yang berupa: bibit unggul, pakan yang berkualitas, perkandangan, sanitasi, pengendalian penyakit dan pelaksanaan teknis pemeliharaan ayam petelur lainnya. Perkembangan usaha peternakan terutama peternakan ayam petelur mempunyai tujuan untuk memproduksi telur yang dijual di pasar konsumen untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, selain itu juga bertujuan untuk menghasilkan daging asal ayam petelur afkir. Tujuan perkembangan usaha peternakan ayam petelur adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat pada sektor rumah tangga oleh pihak konsumen. Tujuan yang ingin dicapai oleh pihak produsen dalam mengusahakan peternakan ayam petelur adalah untuk mendapatkan keuntungan guna mencukupi kebutuhan hidup dan meningkatkan usahanya.

                  Koperasi Unit Desa (KUD) Sari Bumi adalah salah satu koperasi yang mengelola sektor peternakan ayam petelur di wilayah kecamatan Bululawang dan kecamatan Turen kabupaten Malang. KUD tersebut bertugas sebagai penyalur pemasaran telur yang didapatkan dari peternak, yakni peternak ayam petelur skala kecil sampai peternakan ayam petelur skala besar. KUD tersebut memberikan pembinaan pada dua peternakan besar, yaitu Padi Farm di desa Padi dan Talangsuko Farm di desa Talangsuko, kecamatan Turen  kabupaten Malang. Kedua peternakan tersebut telah berdiri lebih dari 5 tahun lamanya dalam menghasilkan telur konsumsi bagi masyarakat. Padi Farm telah berdiri sejak tahun 1998 dengan jumlah ayam awal sebanyak 40.000 ekor ayam petelur. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan telur dan ditunjang dengan meningkatnya keuntungan yang didapatkan oleh Padi Farm, maka usaha tersebut dilakukan peningkatan hingga pada saat sekarang jumlah ayam petelur yang dimiliki menjadi 65.280 ekor. Talangsuko Farm telah berdiri sejak tahun 1987 dengan jumlah ayam petelur awal sebanyak 50.000 ekor dan semakin berkembang hingga sekarang ayam yang dimiliki berjumlah 107.756 ekor.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisa Total Quality Management Dan Kinerja Koperasi Persusuan (Studi Kasus Di Koperasi “Sae” Kec…. Kab. …(PRT-80)

BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang
Pesatnya perkembangan industri susu segar dalam negeri selama periode 1979-1996 tidak terlepas dari berbagai kebijaksanaan yang kondusif. Pada tahun 1983 pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, yaitu Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan dan Koperasi. Dalam SKB tersebut Industri Pengolah Susu diwajibkan menyerap susu segar dalam negeri sebagai pendamping dari susu impor untuk bahan baku industrinya. Proporsi penyerapan susu segar dalam negeri ditetapkan dalam bentuk rasio susu, yaitu perbandingan antara pemakaian susu segar dalam negeri dan susu impor yang harus dibuktikan dalam bentuk bukti serap. 
Angka perbandingan atau rasio impor susu sebesar 1,0 banding 1,7 (1,0:1,7). Dengan rasio 1,0:1,7 artinya untuk setiap penyerapan satu bagian susu segar dari dalam negeri (koperasi) maka Industri Pengolahan Susu (IPS)  boleh mengimpor 1,7 bagian dari luar negeri (suara pembaruan online.com). Dengan demikian, IPS diharapkan membeli susu dari koperasi lebih banyak lagi, sehingga peternak yang tergabung dalam koperasi juga bisa meningkatkan produksinya. 
                Pada awal pengembangan susu sapi perah diatur dalam INPRES No. 1/1985 yaitu mengenai pengembangan persusuan dilakukan untuk membangun dan membina usaha persusuan agar mampu meningkatkan produksi susu dalam negeri dan susu olahan dengan mutu yang baik dan harga terjangkau oleh masyarakat sekaligus untuk mengurangi impor susu serta meningkatkan kesejahteraan petani ternak sapi perah pada khususnya dan meningkatkan gizi masyarakat pada umumnya. Pada tahap awal pengembangan susu sapi perah ini dikembangkan sistem kemitraan, yaitu antara peternak, Koperasi Unit Desa (KUD) dan Industri Pengolahan Susu (IPS). Dalam kemitraan ini terjadi kebijakan kepastian pasar dan harga, yaitu adanya kewajiban industri pengolah susu untuk menyerap susu sapi perah domestik. Dalam kemitraan ini tentu terdapat aliran input maupun output agribisnis yang disertai nilai tambah dari masing-masing pelaku agribisnis tersebut.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Usaha Kemitraan Ayam Pedaging Di Pt. Surya Gemilang Pratama …(PRT-79)

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
                Pembangunan di masa mendatang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan produksi ternak, disamping ditujukan untuk meningkatkan konsumsi daging didalam negeri. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat menunjang pengembangan dari usaha ternak ayam pedaging. 

                Tahun 2006 diperkirakan pendapatan perkapita penduduk Indonesia akan meningkat menjadi sekitar US $ 2500 dan konsumsi daging ayam ras diperkirakan akan mencapai 10kg/kapita/tahun. Perkiraan jumlah penduduk yang mencapai 220 juta jiwa, dubutuhkan sekitar dua milyar kilogram daging ayam pada tiap tahunnya atau sekitar 5,5 juta kg setiap harinya. Krisis moneter pada tahun 1997 dan diikuti oleh adanya inflasi mengakibatkan daya beli dan pendapataan riil masyarakat mengalami penurunan sehingga berdampak kenaikan harga pada biaya-biaya produksi sehingga mempengaruhi skala usaha dan pendapatan para pengusaha (Saragih, 1998). Keadaan ini mempengaruhi perkembangan pola kemitraan peternakan ayam pedaging dalam upayanya memenuhi kebutuhan konsumsi daging ayam ras, sehingga perlu suatu pola peternakan yang lebih efektif dan tidak memberatkan para petenak selaku pelaksana dalam kegiatan produksi.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Pemasaran Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) (Studi Kasus Desa ... Kecamatan ...Kabupaten ...) (PRT-23)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) yang termasuk dalam keluarga Labiatea merupakan salah satu tanaman penghasil minyak astsiri yang penting bagi Indonesia, karena minyak yang dihasilkan merupakan komoditas ekspor yang cukup mendatangkan devisa negara. Sebagai komoditas ekspor minyak mempunyai prospek yang baik, karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, sabun dan lain-lain. Penggunaan minyak nilam yang sifatnya yang fiksatif terhadap bahan pewangi lain agar aroma bertahan lama, sehingga dapat mengikat bau produktif selama 1-2 tahun (Mangun, 2005)

Di pasar internasional (marketing international) minyak nilam dikenal dengan nama “ Patchouli oil”. Hasil tanaman nilam adalah minyak yang didapat dengan cara menyuling batang dan daunya, belum ada senyawa sintetis yang mampu menggantikan peran minyak nilam dalam industri parfum dan kosmetika. Dalam dunia perdagangan dikenal dengan dua macam nilam yaitu “ Folia patchouli naturals” (sebagai insektisida) dan “ depurate” (Sutanto, 2005).

Tanaman nilam ( Pogostemon Cablin, Benth ) termasuk tanaman dari famili Labiateae. Famili ini memiliki sekitar 200 genus, yang satu diantaranya adalah pogostemon. Genus ini diperkirakan memiliki sekitar 40 spesies, yang salah satunya adalah Pogostemon Cablin,Benth. Secara geografis tanaman yang termasuk semak dengan tinggi mencapai 1 meter ini tersebar luas di Asia Tenggara. Meskipun kualitas nilam terbaik ada di Indonesia, tetapi asal nilam diduga dari Filipina. Nilam dari Filipina tersebut lantas ditanam dan berkembang diberbagai Negara, diawali dari Singapura, kemudian berkembang di Indonesia ( Pulau Sumatra ), Madagaskar, hingga Brasil (Heironymus, 1991).


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Curahan Tenaga Kerja Wanita Tani (studi kasus pada wanita tani di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu) (PRT-22)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang dinamika dalam perkembangan ekonomi jangka panjang, bersama dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi, sumber daya alam, kapasitas produksi yang terpasang dalam masyarakat yang bersangkutan. Keempat faktor dinamika itu harus dilihat dalam kaitan interaksi satu dengan yang lainnya. Namun, diantaranya peranan sumber daya manusia mengambil tempat yang sentral, khususnya dalam pembangunan ekonomi negara – negara berkembang di mana kesejahteraan manusia dijadikan tujuan pokok dalam ekonomi masyarakat. Berpangkal pada haluan ini masalah penduduk dan angkatan kerja, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, wajib diberi perhatian utama dalam ekonomi pembangunan. Dalam hal ini menonjolkan maslah kesempatan kerja secara produktif khususnya tenaga kerja wanita tani.

Negara-negara berkembang pada umumnya terus mengalami pertumbuhan penduduk. Dengan sendirinya, kebutuhan masyarakat menjadi semakin banyak mengenai serangkaian keperluan hidup yang sifatnya sangat mendasar: pangan, sandang, pemukiman, pendidikan, kesehatan.   

Perjalanan pembangunan pertanian kita hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal dilihat dari kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Penurunan lahan yang dratis dan persaingan global menyebabkan pertanian terpuruk ditambah beban ekonomi perkotaan dari sektor industri. Industri yang seharusnya bisa menampung luapan tenaga kerja sektor pertanian ternyata mandul apalagi PHK menjadi momok tiap perusahaan. Mengingat kondisi tersebut perlu kita renungkan kembali alternatif strategi pembangunan pertanian yang mampu menjawab berbagai tantangan tersebut.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Strategi Pemasaran Minyak Atsiri Di Kecamatan ... Kabupaten ... (PRT-21)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1   Latar Belakang
Sektor pertanian, dengan segala output yang dihasilkan, merupakan sektor  yang cukup tangguh dibanding sektor lainnya. Hal tersebut telah teruji saat Indonesia dilanda kerisis ekonomi. Produk dari sektor pertanian justru menjadi salah satu sumber pendapatan devisa bagi Negara. Umumnya, komoditas tersebut berasal dariperkebunan, salah satunya produk perkebunan dalam bentuk minyak atsiri. Disamping itu minyak nilam mempunyai banyak keunggulan. Silain bermanfaat bagi berbagai ragam kebutuhan industri, masa panen tanaman nilam relative singkat dan mempunyai jangka waktu hidup cukup lama.

 Industri rumah tangga yang ada di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek pada saat ini sangat banyak yang memproduksi minyak Atsiri dari bahan baku nilam tetapi ada juga, masyarakat yang memproduksi minyak cengkeh sebagai tambahan pendapatan keluarga mereka. Minyak atsiri banyak dipasarkan di daerah Tulungagung, Blitar, Malang, bahkan ada pula yang pemasarannya sampai ke Jakarta. Dalam usaha peningkatan pemasaran, industri rumah tangga dihadapkan pada permasalahan dengan banyak munculnya penyulingan minyak nilam didaerah lain. Sehingga menimbulkan persaingan yang ketat didalam memasarkan barang dalam wilayah jawa timur.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Biaya Jasa Telekomunikasi Pada Kerajinan Kayu Jati ... (PRT-20)

BAB I
PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang
Telekomunikasi, makin hari makin menguasai kehidupan manusia, apalagi ketika sudah terjadi konvergensi, saling menyatu antara teknologi telekomunikasi dengan teknologi informasi. Informasi akan berkembang cepat dengan telekomunikasi dan alat komunikasi, misalnya telepon rumah atau telepon seluler bekerja sama dengan komputer untuk memenuhi kebutuhan manusia akan banyak hal. Orang pun tidak bisa meninggalkan telekomunikasi kalau tidak ingin ketinggalan informasi. 

Perkembangan pesat telekomunikasi di Indonesia, mengisyaratkan adanya beberapa permasalahan menarik untuk dicermati. Pada tahun 2006 sekarang ini, jumlah telepon seluler di Indonesia telah melampaui jumlah telepon tetap (fixed line) dalam jumlah yang cukup signifikan sebagai sebuah fenomena yang mengisyaratkan adanya beberapa perubahan paradigma dalam perilaku orang melakukan komunikasi di mana saja, kapan saja, dan siapa saja. Apalagi, infrastruktur jaringan komunikasi yang tersedia di Indonesia sekarang ini sudah tidak hanya digunakan untuk keperluan berbicara, tetapi sudah mampu untuk ditumpangkan dengan fasilitas multimedia seperti mengakses jaringan Internet maupun untuk menerima dan mengirim SMS (Short Message Services) yang menjadi sangat populer untuk segala lapisan umur.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Usaha pada Industri Kecil ‘Tembakau Campur’ ( Studi Kasus di Kelurahan ... Kecamatan ... Kabupaten ...) (PRT-19)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
            Dalam era pembangunan dewasa ini, peran sektor pertanian dalam meningkatkan perekonomian rakyat nampak menonjol, oleh karena itu sektor pertanian selalu mendapatkan prioritas. Prioritas pembangunan Indonesia adalah pembangunan sektor ekonomi dengan menitik beratkan pada sektor pertanian, hal ini di karenakan Negara Indonesia adalah salah satu Negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian dari sektor pertanian.

Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, buah buahan, perkebunan, peternakan, perikanan akan dapat membantu dan memberi konstribusi besar bagi pembangunan Nasional.

Sektor pertanian dalam hal ini tanaman perkebunan tembakau mampu memberikan sumbangan terhadap Negara berupa devisa, pajak dan cukai. Peranan penting sektor pertanian dalam pembangunan di Indonesia tidak perlu diragukan lagi, yaitu pada sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan produk pertanian guna memenuhi pendapatan petani, menunjang pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan kesempatan berusaha (Mubyarto,1972,11 ).

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cara Seo Blogger

Contoh Tesis Pendidikan