Pengaruh Pemberian Motivasi Oleh Pimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Study Kasus Pada Kantor Pendidikan Dan Latihan Kota Kediri) (MS-28)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dengan diberlakukannya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, merupakan momentum terjadinya pergeseran paragdigma sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semula bercorak sentralistik menjadi desentralistik.
Prinsip otonomi daerah yang luas  nyata dan bertanggung jawab, sebagaimana dianut UU No 22 tahun 1999 merupakan kebijakan atau strategi untuk memberdayakan dan memandirikan daerah, serta mendorong kemandirian Pemda.
Secara eksplisit otonomi daerah merupakan kewenangan hakiki yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk mengurus dan mengelola berbagai urusan penyelenggaraan pemerintahan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, optimalisasi dan efisiensi dinas/badan/bagian/kantor serta uit-unit terkait lainnya melelui peningkatan prestasi kerja karyawan.
Dengan prestasi kerja karyawan yang meningkat akan terjadi efisiensi pada masing-masing sektor, sehingga dengan melalui peningkatan prestasi kerja karyawan diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Untuk meningkatkan prestasi kerja tersebut, perlu adanya motivasi yang diberikan oleh pimpinan dalam suatu organisasi.
Suatu organisasi akan berhasil dalam mencapai tujuan an program-programnya bila orang-orang yang bekerja dalam organisasi itu dapat melakukan tugas-tugas dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Agar orang-orang dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka diperlukan seorang pemimpin yang dapat memotivasi an mengarahkan segala sumber daya yang ada kearah pencapaian tujuan.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Yuridis Proses Pendaftaran Tanah (Ajudikasi) Pada Kantor Pertanahan Kota Kendari berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (HK-29)

BAB I
PENDAHULUAN

A.                 Latar Belakang
Tanah merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia bahkan sampai meninggalpun manusia masih membutuhkan tanah. Kebutuhan manusia terhadap tanah dewasa ini makin meningkat. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya jumlah penduduk, sementara disisi lain luas tanah tidak bertambah.

Tanah dalam pengertian yuridis adalah permukaan bumi, hak atas tanah adalah hak atas sebagian tertentu dari permukaan bumi, hak atas tanah adalah hak atas sebagian tertentu di permukaan bumi, yang terbatas, berdimensi dua dengan ukuran panjang dan lebar. Dasar kepastian hukum dalam peraturan-peraturan hukum tertulis sebagai pelaksana Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960, memungkinkan para pihak-pihak yang berkepentingan untuk dengan mudah mengetahui hukum yang berlaku dan wewenang serta kewajiban yang ada atas tanah yang dipunyai.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 1 ayat (1) menguraikan yang dimaksud dengan pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengelolaan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termaksud pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.

Pengertian hak milik menurut Henri Lie A. Weng (1970 : 3), Hak milik adalah hak untuk menikmati secara bebas dan memperlakukan secara sesuka si pemilik hak yang sempurna, pemilik dapat menggunakannya, menikmatinya, memusnahkannya, membuangnya, menjualnya. Secara umum pengaturan mengenai hak milik atas tanah dalam Undang-Undang Pokok Agraria dapat dilihat dalam Bagian III Bab II Pasal 20 sampai dengan Pasal 27, menurut prinsip-prinsip umum tentang hak milik atas tanah.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Implikasi Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Organisasi Di Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Madiun (MS-27)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
Efektivitas setiap institusi atau organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia yang menjadi anggotanya. Manusia merupakan sumberdaya yang pertama  dan utama bagi setiap organisasi, yang memiliki keunikan persepsi, kepribadian dan pengalaman hidup. Manusia berbeda latar belakang kehidupan social budaya, ekonomi, dan politik serta kepercayaan dan nilai-nilai yang dianutnya. Kemampuan individu dalam meningkatkan efektivitas kerja di suatu organisasi bukan persoalan yang ringan. Manajer suatu organisasi harus memandang masing-masing karyawan atau anggota sebagai sosok yang memiliki kepribadian, perilaku yang unik dan persepsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Hubungan antara individu dan kelompok dalam suatu organisasi menciptakan harapan bagi perilaku individu. Harapan ini diwujudkan dengan memotivasi peran-peran tertentu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Beberapa orang harus memainkan peran pemimpin, sementara lainnya sebagai pengikut. Ada Top Manajer, menejer mengengah dan bawahan yang harus dimainkan sesuai porsi dan tanggungjawabnya. Organisasi memiliki sistem kewenangan, status dan kekuasaan, sementara manusia dalam organisasi mempunyai beragam kebuuthan yang diharapkan dapat terpenuhi melalui organisasi. Kelompok di dalam organisasi juga mempunyai pengaruh yang kuat atas perilaku individu dan kinerja organisasi.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Pragmatik Humor Nasruddin Hoja (PBI-10)



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang dan Permasalahan
Setiap orang pasti pernah berhumor. Ada yang berhumor karena mempunyai selera humor, ada pula yang berhumor karena dia seorang pelawak. Komunikasi dalam humor berbentuk rangsangan yang cenderung secara spontan menimbulkan senyum dan tawa para penikmatnya. Menurut beberapa ahli, humor timbul karena dalam diri kita ada pertentangan antara rasa ingin ‘main-main’ dan ‘keseriusan’ serta ‘kegembiraan yang meledak-ledak’ dan ‘kesedihan yang berlebihan’(Hakim, 2002:1) 

Humor memiliki peranan yang cukup sentral dalam kehidupan manusia. Humor tidak semata-mata sebagai hiburan untuk melepaskan beban psikologis penikmatnya tetapi juga sebagai wahana kritik sosial terhadap segala bentuk ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan bentuk yang unik ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat diungkap dengan bahasa yang humoris dan berkesan santai serta menggelitik pembaca ataupun pendengar. 

Dalam humor dibutuhkan kecerdasan kedua belah pihak, yaitu penutur dan lawan tutur. Penutur harus bisa menempatkan humornya pada saat yang tepat, sebab bila saatnya tidak tepat bisa jadi humor tersebut tidak saja tidak lucu namun juga bisa menyakiti pihak lain. Lawan tutur harus bisa bersikap dewasa dalam menanggapi sebuah humor sebab bagaimanapun ‘tajam’nya kritikan dalam sebuah humor, tetaplah humor.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Strategi Pemasaran Buah Jeruk Keprok (Citrus Nobilis L) Lokal (Studi Kasus di Kecamatan ... Kotamadya ..(PRT-10)


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Keadaan Indonesia yang subur menjadikan Indonesia menjadi negara agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. hal ini di dukung oleh letak geografis yang sangat menguntungkan selain itu didukung pula oleh iklim, cuaca serta garis khatulistiwa yang melintangi negeri ini. Keadaan Ligkungan yang menguntungkan  seperti itu mengakibatkan  Indonesia mempunyai tanah yang subur, sehingga jika di ibaratkan Indonesia merupakan sebongkah tanah dari surga sehingga apapun yang ditancapkan atau ditanam di tanah Indonesia paasti akan tumbuh dengan subur.

Malang merupakan salah satu kota gambaran Indonesia yaitu negara agraris, di mana sebagian besar hasil produksi dari kota ini  berasal dari pertanian.hal ini terjadi dikarenakan Malang mempunyai letak geografis yang terletak di dataran tinggi sehingga baik cuaca maupun iklimnya sangat mendukung kegiatan pertanian yang ada di kota ini, dan budidaya hortikultura pun dapat berkembang dengan baik.

Holtikultura mencakup tanaman sayur-sayuran, buah-buahan. Hortikultura mengandung nilai kesehatan karena penting untuk memenuhi kebutuhan jasmani.  Didalam sayur-sayuran dan buah-buahan terkandung vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai pengatur dan pelindung jaringan tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai sumber protein nabati. Hortikultura juga mengandung nilai seni karena  dapat memenuhi kebutuhan rohani antara lain menyebabkan ketentraman dan kepuasan bagi yang melihat yaitu dengan melihat tanaman hias (Hendro Sunaryono,1990).


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Interferensi Morfologi Dan Sintaksis Bahasa Jawa Dalam Bahasa Indonesia Pada Kolom “Piye Ya?” Harian Suara Merdeka (PBI-9)

BAB 1 
PENDAHULUAN 

A.   Latar Belakang
Komunikasi merupakan suatu kegiatan sosial (Kongres Bahasa, 1978:276). Dalam kegiatan ini dikirim dan diterima lambang-lambang yang mengandung arti. Pemberian arti perlu “sama” agar pengirim lambang (komunikator) dan penerima lambang (komunikan) mengerti satu sama lain sehingga kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan baik. Komunikasi dapat melibatkan beberapa aspek. Alwasilah (1989:8) menyatakan “komunikasi sebagai suatu proses melibatkan (1) pihak yang berkomunikasi, (2) informasi yang dikomunikasikan, (3) alat komunikasi”. Tidak ada komunikasi yang tidak melibatkan ketiga aspek di atas dan sesungguhnya manusia tidak akan terlepas dari ketiga aspek tersebut. Dalam proses komunikasi digunakan bahasa sebagai pengantar.
Bahasa adalah salah satu ciri paling khas yang manusiawi yang membedakannya dari mahluk-mahluk lain (Nababan, 1984:1). Secara tradisional bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau juga perasaan (Chaer dan Agustina, 1995:19). Jadi, fungsi bahasa yang paling mendasar adalah sebagai alat komunikasi, yakni sebagai alat pergaulan antarsesama dan alat untuk menyampaikan pikiran. 
Indonesia merupakan negara yang wilayahnya sangat luas, penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai bahasa daerah serta berbagai latar belakang budaya yang tidak sama. Oleh karena alasan tersebut, Indonesia disebut negara yang kaya akan budaya. Salah satu di antara kekayaan budaya Indonesia adalah adanya bahasa daerah. Berdasarkan peta bahasa yang dibuat oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, ada sekitar 726 buah bahasa daerah dengan jumlah penutur setiap bahasa berkisar antara 100 orang (ada di Irian Jaya) sampai yang lebih dari 50 juta (penutur bahasa Jawa) (Chaer dan Agustina,1995:294). Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur  yang besar, hal ini dapat dilihat dari bahasa Jawa yang digunakan di daerah Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur kecuali Madura. Bahasa Jawa termasuk dari sekian banyak bahasa daerah yang mendukung keutuhan dan kelanjutan kehidupan kebudayaan Indonesia.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Motivation Of The Main Character’s Survival In O’henry’s ‘Soapy’s Choice’ (PBING-23)

CHAPTER I
INTRODUCTION


1.1 Backgrounds of the Study
Why does somebody do something? Why do people go to work? Why do we go to college? There are many reasons why we do such things. Somebody does something because he/she wants  something  to be done, reached, and else. People go to work because they want to earn money, to  spend their times, to increase their societal status, and else. We go to school because we need knowledge, or maybe we just want to do our obligation to fulfill our education status. The reasons here can be said as goals. All of those examples make us learn that there must be something drives them to do something besides the goals we have said above, it is a motivation.

For more details about motivation, we can do one thing that is asking any person who is successful in whatever he or she is doing, what motivate him/her, and very  likely,  the  answer  will  be  goals’.  Goal  setting  is  extremely  important  to motivation and success. So, what motivate you? Just like what we have talked above, why are you in college? If you are in college because that is what your parents want, you may find it difficult to motivate yourself.

Someone will have a higher motivation if he is offered by a reward. For example, a student will have a higher motivation to study when his father promises to give                him       a car            if      he          graduates           soon.    However,                    an       article     found      in
http://www.princeton.edu.rbenobou/RES2003.pdf said that motivation is something which comes from within really makes the difference. Further the article says that certainly,  you  need  some  intelligence,  knowledge  base,  study  skills,  and  time management skills, but if you  do not have motivation, you would get far from reaching your success.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun (PRT-13)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain akan bersaing dalam hal kualitas, baik itu kualitas peningkatan sumber daya manusia maupun kualitas produk, terutama antara perusahaan yang menghasilkan produk yang sejenis. Peningkatan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama karyawan dan manager dengan tujuan mencari nilai tambah agar perusahaan tersebut dapat menghadapi tantangan kompetitif berkaitan dengan globalisasi, peningkatan profitabilitas melalui pertumbuhan, modal intelektual, teknologi dan perubahan kontinyu. Oleh karena itu bagi seorang pimpinan perusahaan harus dapat bersikap fleksibel dalam setiap pengambilan keputusan. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah ingin mencapai tingkat laba optimal dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan biaya yang rendah di samping mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu perlu perusahaan mengusahakan seoptimal mungkin agar tujuan tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam mencapai tujuan tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni yaitu karyawan yang memiliki sifat dan sikap membangun dan mempunyai daya tanggap, inisiatif, daya adaptasi yang tinggi. Selain itu, peranan tenaga kerja suatu perusahaan sangat penting karena tenaga kerja merupakan penggerak utama atas kelancaran usaha dan kinerja perusahaan karena merupakan salah satu asset (kekayaan) perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga dengan jalan memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perusahaan tanpa karyawan tidak akan dapat berjalan dengan lancar, sebab karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengadakan proses  produksi. Hal ini dipicu oleh adanya persaingan antar perusahan yang dewasa ini sangat ketat, baik dalam menciptakan dan memasarkan produk maupun perekrutan tenaga ahli dengan tawaran gaji yang tinggi dan disertai berbagai macam fasilitas (insentif dan bonus) yang menunjang. Oleh karena itu untuk menjaga agar karyawan tetap berkomitmen terhadap perusahaan maka perusahaan harus tetap dapat memberikan kepuasan kerja bagi para karyawan dengan berusaha senantiasa memenuhi kebutuhan karyawan baik secara finansial maupun non finansial.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota Malang (PRT-14)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di dunia, jumlah tersebut terus meningkat seiring bertambahnya waktu. Peningkatan jumlah penduduk tersebut mengakibatkan kebutuhan bahan pangan dan kebutuhan akan papan juga semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk tersebut otomatis harus diimbangi dengan peningkatan bahan pangan yang mutlak dibutuhkan manusia. Kenyataannya, saat ini produksi bahan makanan pokok penduduk Indonesia yaitu beras dan jagung makin berkurang, hal ini makin diperparah dengan makin sempitnya lahan pertanian karena penggunaan lahan pertanian untuk pemukiman sebagai salah satu akibat dari peningkatan jumlah penduduk.

Oleh karena itu perlu adanya upaya yang dapat mengatasi masalah tersebut antara lain dengan mencari alternatif bahan makanan lain yang juga mengandung karbohidrat sebagai upaya diversifikasi pangan. Upaya tersebut antara lain dapat dilakukan dengan usaha pengolahan komoditas ubi jalar menjadi produk yang lebih menarik, ekonomis dan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

Saat ini  didalam masyarakat, umumnya ubi jalar masih disajikan dalam bentuk yang sangat sederhana, misalnya dalam bentuk ubi rebus, kolak, dan ubi goreng. Padahal, ubi jalar dapat diolah menjadi bermacam-macam bentuk makanan seperti yang telah dilakukan di negara-negara maju. Bahkan, ubi jalar juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, industri tekstil, industri kosmetik, dan industri lem.

Ubi jalar sebagai salah satu komoditas pertanian penghasil karbohidrat sudah tidak disangsikan lagi bagi masyarakat. Bahkan, ubi jalar memiliki peran yang penting sebagai cadangan pangan yang bila produksi padi tidak mencukupi lagi, ubi jalar dapat dijadikan sebagai bahan pangan substitusi beras. 

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

“Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik ...” (PRT-12)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Praktek penebangan hutan secara liar (illegal logging) yang diikuti dengan penyelundupan dan perdagangan kayu ilegal (illegal trading) ternyata tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan hutan di tanah air khususnya di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga menimbulkan kerugian secara ekonomis. Kerugian ekonomis tersebut tidak hanya berupa hilangnya sumber daya hutan, tetapi lebih jauh telah menimbulkan persaingan tidak sehat dalam perdagangan produk industri hasil hutan di pasar internasional yang berdampak pada hilangnya sebagian pangsa pasar produk mebel dan kerajinan Indonesia.

            Dengan memanfaatkan pasokan kayu gelondongan murah hasil kegiatan illegal logging dan illegal trading selundupan dari Indonesia, maka China dan Vietnam pun kini menjadi dua negara pendatang baru di pasar ekspor produk mebel (furniture) internasional yang mampu merebut sebagian pangsa pasar produk mebel Indonesia di pasar dunia.

            Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) M. Djalal Kamal, permintaan ekspor produk mebel dan kerajinan dari Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan akibat sebagian pangsa pasar produk mebel dan kerajinan Indonesia di luar negeri direbut oleh para eksportir mebel dari China dan Vietnam yang memperoleh pasokan bahan baku asal Indonesia secara illegal. Padahal selama ini produk mebel dan kerajinan dari China dan Vietnam tidak pernah dapat bersaing dengan produk mebel maupun kerajinan dari Indonesia karena mereka memang tidak memiliki sumber bahan baku yang memadai.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki) (PRT-11)

BAB I
PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang
Dalam menghadapi era globalisasi kerja sama ekonomi dari segi produksi dan pemasaran antar Negara mempunyai peluang strategis untuk mengembangkan dan menyalurkan produksi pertanian ke berbagai Negara di Dunia. Usaha yang bergerak dalam bidang pertanian memerlukan modal dan teknologi serta sumber daya manusia yang produktif, karena peningkatan produksi dalam suatu perusahaan tidak terlepas dari penerapan teknologi dan kemampuan sumber daya manusianya. Teknologi penelitian baru hanya akan berhasil jika telah bermanfaat atau telah digunakan dalam masyarakat atau pengusaha secara tepat dan benar.

            Peran gender dalam pabrik rokok Sumber Redjeki sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan memang dalam kenyataannya sangat mencolok, dan hal itu dapat menunjukkan bahwa antara laki-laki dan perempuan sangat memiliki perbedaan secara alami (natural) dan perbedaan yang di karenakan pengaruh pada lingkungan (nurtured) di dalam masyarakat akan terbentuk suatu peran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

            Dalam pembagian kerja, peran laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda, dari segi pembagian kerja secara seksual perempuan sangat dihubungkan dengan pekerjaan yang bersifat produktif, yaitu seperti pada pekerjaan rumah tangga dan merawat anak. Sedangkan untuk laki-laki pada tingkat pekerjaannya memiliki sifat lebih pada produktif kerja, karena hal ini dihubungkan dengan pekerjaan yang bersifat dalam pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan sandang. Peran perempuan selalu dikaitkan dengan ruang lingkup domestik sedangkan untuk peran laki-laki selalu dikaitkan dengan ruang lingkup publik, oleh karena itu peran domestik sangat kurang dihargai. Potensi Perempuan sebenarnya sangat luar biasa dalam arti sangat mungkin melakukan dua peran sekaligus yaitu sebagai seorang yang melakukan aktivitas berproduksi juga dapat membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

THE EXPRESSIONS OF THE MAIN CHARACTERS’ LOVE IN THOMAS HARDY’S NOVEL THE RETURN OF THE NATIVE (Psychological Approach) (PBING-1)

CHAPTER I
INTRODUCTION

1.1 Background of the Study

The study is in the area of psychology analysis. Davidoff (1976: 2) explains that psychology is the science of behavior. While behavior itself is any human or animal process or activity that can be objectively observed or measured. The definition of behavior includes thoughts, feelings, dreams, and anything a person does or experiences.


On the area of psychology, psychologists have observed some phenomena such as thoughts, sensations, emotions, needs, motives, personality characteristics, and capabilities that cannot be observed or measured directly. These phenomena are called hypothetical constructs (Davidoff 1976: 2)

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

The Effect Of Using “Multi Media” Vcd As Media For Teaching Vocabulary To Kindergarten Students (PBING-10)

CHAPTER I INTRODUCTION

1.1 Background of the Study

It is very important to master English as an international language. To gain a good result of English learning, people should take a good and effective ways because learning English as a foreign language is a complex task. Learning English as a foreign language is a difficult thing to do for most of the Indonesian students. It also takes a lot of time since English as a foreign language for them.


The same condition also happens to very young learners who are the beginners in learning English. Vanessa Reilly & Sheila M. Ward ( 2003: 3 ) states that very young learners refer to children who have not yet started compulsory schooling and have not yet started to read. It means that it is really a new thing for them in learning English. It also means that the teacher needs more effort to teach them English. As young learners who enjoy having fun, and enjoy things with happy feeling, the students need more relaxing learning atmosphere, so they could join the English classes comfortably, and with high enthusiasm. It becomes the teacher’s tasks to make the situation comes true. The teacher needs some things to be involved in the English classes.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Permintaan Kedelai Indonesia (PRT-8)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Dari hasil studi yang dilakukan oleh FAO memberikan gambaran bahwa laju pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang yang membawa dampak kepada peningkatan kemakmuran akan terus berlanjut paling tidak sampai tahun 2000.  Konsekuensinya ialah makin bertambah-cepatnya permintaan pangan serta perubahan bentuk dan kualitas pangan dari penghasil energi kepada produk-produk penghasil protein nabati maupun hewani seperti susu, telur, tempe dan daging (BULOG, 1992). 

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang tinggi serta sumber lemak, vitamin dan mineral yang sering dikonsumsi masyarakat dalam negeri. Tanaman kedelai telah lama diusahakan di Indonesia. Dipulau Jawa dan Bali sudah ditanami sejak tahun 1970. Sebagai bahan makanan kedelai bernilai gizi tinggi dari tanaman kacang-kacangan lainnya.
 Dewasa ini kebutuhan kedelai semakin meningkat tiap tahunnya. Di akhir Pelita I yaitu tahun 1973, Indonesia mengekspor sekitar 26 ribu ton kedelai. Namun tahun tahun berikutnya, produksi yang dicapai tidak mampu mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat. Peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi kedelai baik masyarakat maupun industri menuntut pemenuhan permintaan kedelai sedangkan produksi kedelai dalam negeri semakin menurun dan belum mampu memenuhi permintaan kedelai sehingga dibutuhkan kedelai impor untuk menutup permintaan kedelai dalam negeri.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan ... Kabupaten ... (PRT-7)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Sektor pertanian di negara-negara sedang berkembang mempunyai potensi untuk menghasilkan empat tipe kotribusi pertanian. Kontribusi pertanian yang pertama adalah kontribusi produksi, dimana perkembangan sektor non pertanian sangat tergantung pada sektor pertanian terutama dalam penyediaan kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan untuk sektor industri. Kontribusi yang kedua yaitu kontribusi pasar, hal ini dikarenakan sektor pertanian menghasilkan produk-produk yang berupa komoditi dan menjualkan untuk membeli komoditi di sektor non pertanian. Kontribusi yang ketiga yaitu kontribusi faktor produksi, peran sektor pertanian biasa dilihat dari pembentukan modal oleh sektor industri yang berasal dari sektor pertanian. Kontribusi yang keempat yaitu kontribusi dalam menciptakan devisa negara, karena sektor pertanian menghasilkan komoditi yang dapat diekspor dan dapat menghasilkan devisa bagi negara (Soekartawi, 1995).

Sektor pertanian dalam wawasan agribisnis dengan perannya dalam perekonomian nasional memberikan beberapa hal yang menunjukkan keunggulan yang patut dipertimbangkan dalam pembangunan nasional. Keunggulan tersebut antara lain melihat tingginya nilai tambah agroindustri. Dengan kontribusi tersebut dalam perekonomian nasional maka sektor agrobisnis semakin dipacu mengenai pengembangan teknologi yang ada.
 
Pengembangan teknologi tersebut karena masih ada masalah yang dihadapi oleh agroindustri yaitu antara lain: penyediaan bahan baku yang teratur dalam bentuk kuantitas maupun kualitas yang memadai, serta harga yang bersaing menjadi persoalan yang sulit bagi agroindustri. Apalagi bahan baku tersebut harus dibeli dipasar bebas dari petani kecil yang lokasinya terpencar-pencar. Kedua pemasaran sering menjadi persoalan karena produk yang dihasilkan mempunyai pesaing dan karena kurangnya informasi pasar.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisi Marjin Pemasaran Gabah di Kabupaten …(PRT-2)

BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1.            Latar Belakang
Indonesia adalah negara tropis yang kaya dengan berbagai macam hasil bumi. Iklim di Indoesia memungkinkan tumbuhnya beraneka macam tanaman budidaya. Saat ini, Indonesia masih merupakan negara agraris yaitu sektor pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini didukung oleh orientasi pembangunan pertanian yang berorientasi pada ketahanan pangan. Pembangunan pertanian juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, memperluas lapangan kerja, meningkatkan devisa negara melalui ekspor produk pertanian.
Peningkatan produksi tanaman pangan, padi dan palawija tetap mendapat prioritas penanganan dalam pembangunan pertanian karena peran komoditi ini sebagai sumber utama karbohidrat bagi sebagian besar penduduk. Sejalan dengan upaya peningkatan produksi juga dikaitkan dengan peningkatan dan pendapatan petani kecil yang merupakan produsen utama tanaman pangan.
Peningkatan hasil atau produk pertanian akan bermanfaat bila disertai dengan sistem pemasaran yang menunjang. Dewasa ini, perhatian pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah produksi  gabah atau beras saja tapi juga pada harga jualnya, ini bisa dilihat adanya kebijaksanaan pemerintah yang menyangkut harga dasar dan harga atap gabah.

Padi yang diusahatanikan di daerah Bojonegoro adalah jenis padi yang ditanam pada musim hujan dimana mulai ditanam sekitar bulan Januari sampai April tergantung curah hujan. Ini dikarenakan kebanyakan lahan petani di daerah Bojonegoro merupakan lahan tadah hujan. Lahan rakyat yang diusahakan sebagai pertanian keluarga dan ditanami berbagai komoditan pertanian terutama padi/gabah sangat besar perananya bagi kehidupan di Desa Mojorejo Kecamatan Kedung Adem Kabupaten Bojonegoro.

Selama ini petani gabah hanya bisa melakukan peningkatan produksi oleh sebab itu sistem pemasaran yang dapat menampung produksi dengan tingkat harga yang layak mutlak diperlukan. Pemasaran boleh dikatakan merupakan ujung tombak dari suatu usaha produksi atau merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam meningkatkan pendapatan petani. Usaha peningkatan produksi yang tidak disertai sestem pemasaran yang baik akan menyebabkan sulitnya laju produk saat panen dan hal ini akan menurunkan minat petani utuk berproduksi.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Upaya Menentukan Ukuran Bisnis Antara Pabrik Gula Dan Petani Melalui Perhitungan Rendemen Dengan Metode Faktor Rendemen, Faktor Overall Recovery Dan Faktor Kristal (PRT-1)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Gula merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Dengan luas areal sekitar 350 ribu ha pada periode 2000-2005, industri gula berbasis tebu merupakan salah satu sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu petani dengan jumlah tenaga kerja langsung yang terlibat mencapai sekitar 1,3 juta orang. Gula juga merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan sumber kalori yang relatif murah. Oleh karena itu, maka dinamika harga gula dalam industri gula nasional akan berpengaruh langsung terhadap laju inflasi, kesempatan kerja dalam distribusi pendapatan serta alokasi sumber daya lahan yang makin kompetitif. Sejarah pernah menunjukkan bahwa Indonesia mengalami era kejayaan industri gula pada tahun 1930-an, produktivitas habluh 14,8 ton/ha dan rendemen mencapai 11% - 13,8%. Dengan produksi puncak mencapai sekitar 3 juta ton, ekspor gula pernah mencapai sekitar 2,4 juta ton. Kini, Indonesia merupakan salah satu importir gula terbesar di dunia dengan volume impor rata-rata sekitar 1,5 juta ton pada dekade terakhir, (Susila dan Supriono, 2006).

Program akselerasi peningkatan produktivitas gula nasional tahun 2002-2007, diharapkan produksi gula ditargetkan meningkat rata-rata 9,6% per tahun sehingga pada tahun 2007, Indonesia bisa menghasilkan 3,0 juta ton gula (Rini S., 2006).
Penurunan produksi berjalan sejak diberlakukannya Inpres no. 9 tahun 1975 dan diperparah dengan deregulasi bidang pertanian berupa UU no. 5 tahun 1992 serta Demonopoli BULOG pada tahun 1998, perlu dicegah dengan meningkatkan keunggulan daya saing industri gula (Anonim, 2004).

Produksi gula nasional, luas areal produktivitas lahan, inefisiensi on-farm dan off-farm, pergeseran areal ke lahan marginal, kebijakan pergulaan nasional dan perdagangan pasar inernasional yang sangat distorsif merupakan kemelut permasalahan industri gula di Indonesia. Berbagai alternatif solusi bersifat komprehensif dan menyeluruh yang dapat melindungi semua pihak, terasa masih jauh dari harapan padahal era liberalisasi perdagangan sungguh tidak mungkin ditolak. Kalangan fabrikan dan petani tebu bukannya tidak menyadari kalau kunci utama penyelesaian kemelut itu adalah peningkatkan produktivitas, harga pokok produksi (HPP) rendah tanpa batas. Persoalannya, mengapa produktivitas yang berdaya saing tidak kunjung terjawab, lamban, cenderung jalan di tempat? (Adig Suwandi, 2003).

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Tingkat Adopsi Petani Dalam Program Pola Kemitraan Komoditi Kapas” (Studi kasus PT. Nusafarm Intiland corp Indonesia dengan petani kapas di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten ...) (PRT-06)

BAB I 
PENDAHULUAN 

1.1              Latar belakang
Pembangunan sektor pertanian sama artinya dengan upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Tetapi untuk mencapai manfaat yang optimal perlu dirumuskan dalam pola usaha tani yang merupakan perakitan dan penggabungan dari banyak macam masukan yang diambil dari seluruh hasil karya cipta manusia yang berupa teknologi. Begitu pula pembangunan sektor perkebunan yang gencar dilaksanakan melalui program-program yang ditetapkan, pada dasarnya mempunyai prinsip yang sama dengan sektor pertanian yakni meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terlihat pula dalam sektor ekonomi, usaha perkebunan memegang peranan yang strategis dalam menghadapi era globalisasi. Disadari atau tidak pada saat negara kita dihadapkan pada krisis ekonomi, sementara sektor industri cukup banyak yang tidak mampu menjalankan proses produksinya, akan tetapi petani dan pelaku perkebunan terlihat tegar menghadapinya. 
Tanaman kapas merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya pada perekonomian di pedesaan baik secara langsung menunjang pendapatan, menciptakan lapangan kerja maupun dalam pemenuhan bahan baku tekstil dalam negeri. Bagi indonesia yang merupakan negara tropis, pemakaian serat kapas sebagai bahan baku sandang sangat kecil kemungkinannya untuk didesak oleh serat sintesis. Produksi serat kapas dalam negeri baru mencapai 1% dari kebutuhan nasional dan selebihnya masih import. Oleh karena itu, perlu dicari strategi yang aplikatif dalam rangka memenuhi kebutuhan kapas nasional secara swadaya ( tidak import , sehingga perlu dilakukan terobosan agronomis maupun ekonomis dan sosial.
Kebutuhan serat kapas untuk industri tekstil nasional dapat disediakan dari dalam negeri, mengingat cukup besarnya potensi lahan untuk pengembangan kapas. Menurut hasil Puslit Tanah dan Agroklimat pada tahun 1994 terdapat sekitar 1,3 juta ha lahan tesebar di 6 provinsi (Jateng, Jatim, NTB, Sulsel. Sultra, dan Sulteng) termasuk diantaranya yang memilki potensi tinggi untuk pertanaman kapas seluas 400.000 ha. Seiring dengan pertambahan penduduk nasional maupun dunia, maka kebutuhan tekstil untuk berbagai keperluan terus meningkat. Sejalan dengan hal tersebut industri tekstil nasional telah berkembagng dengan meyakinkan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah perusahaan, jumlah mesin dan peralatan pada industri tekstil, perkembangan produksi, maupun ekspor tekstil yang setiap tahun meningkat.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Pola Kemitraan Budidaya Ayam Pedaging Pada Kud ”Sari Bumi” … Kabupaten … (PRT-83)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pemberdayaan ekonomi rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki perekonomian di Indonesia yang sedang terpuruk. Arah kebijakan pemerintah di bidang ekonomi antara lain berusaha memberdayakan pengusaha kecil, menengah dan koperasi agar lebih efisien, produktif dan berdaya saing serta menciptakan iklim usaha yang kondusif dan peluang usaha yang    seluas - luasnya.
Pembangunan di bidang peternakan diarahkan untuk mengembangkan peternakan yang maju dan efisien. Peternakan diharapkan dapat terus meningkatkan perannya sebagai penghasil pangan hewani yang bernilai gizi tinggi serta sebagai sumber kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan peternak. Untuk itu, pemerintah senantiasa berupaya mendorong peningkatan produksi peternakan khususnya ayam ras untuk meningkatkan kesempatan berusaha, ekspor dan kesejahteraan rakyat.
Sekarang ini, pemerintah telah berupaya menjalankan perannya sebagai alat pengendali pembangunan dengan mengeluarkan beberapa kebijakan di bidang peternakan. Salah satunya adalah berkaitan dengan pembinaan usaha peternakan ayam ras, termasuk di dalamnya adalah kebijakan tentang restrukturisasi dan upaya stabilisasi usaha serta pengaturan sistem kerjasama antara peternak rakyat dengan perusahaan peternakan. Kebijakan yang mengatur tentang kerjasama antara peternak rakyat dengan perusahaan peternakan, diantaranya adalah Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 362/Kpts/TN.120/5/1990 dan Keppres             No 22/1990 yang mengatur bidang investasi dan pemberian peluang bagi perusahaan peternakan untuk melakukan usaha di segmen budidaya dengan syarat harus bekerjasama dengan peternakan rakyat. Dikeluarkan juga SK Mentan No.472/Kpts/TN.330/6/1996 tentang pembinaan usaha peternakan ayam ras yang memuat tentang petunjuk pelaksanaan sistem kerjasama melalui pola kemitraan usaha ayam ras (Anonimous (b), 1997).


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Peningkatan Keterampilan Bercerita Menggunakan Media Boneka Pada Siswa Kelas Vii-G Smp Negeri 4 Pemalang Tahun Ajaran 2006/2007 (PS-3)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan kita karena bahasa merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain, untuk mengembangkan ekspresi, dan juga untuk mengembangkan kemampuan intelektual seseorang.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Peningkatan Kreativitas Siswa Melalui Permainan Cipta Lagu Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Smp Nasima Semarang (PS-2)

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pembelajaran seni budaya mengembangkan semua bentuk aktifitas cita rasa keindahan yang meliputi kegiatan berekspresi, bereksplorasi, berkreasi dan apresiasi dalam bahasa, rupa, bunyi, gerak, tutur dan peran. Sedangkan tujuan pendidikan seni untuk mengembangkan sikap toleransi, demokratis, beradab, dan hidup rukun dalam masyarakat yang majemuk, mengembangkan ketrampilan dan menerapkan teknologi dalam berkarya dan menampilkan karya seni rupa, seni musik, tari dan peran, dan menanamkan pemahaman tentang dasar-dasar dalam berkesenian (Sujadmiko,2004:26 )


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Contoh Skripsi Pendidikan Seni

Usia seni yang lebih kurang sama dengan keberadaan manusia di muka bumi ini. Seni telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan budaya manusia di berbagai belahan bumi, dengan beraneka macam bentuk dan jenis. Sekalipun manusia telah akrab dengan seni, namun terkadang masih belum jelas tentang ‘apakah seni itu’.

Banyak orang yang telah membicarakan seni bari dari tokoh Barat ataupun tokoh dari Timur. Herbert Read menyatakan bahwa istilah ‘art’ pada umumnya dihubungkan dengan bagian seni yang biasa ditandai dengan istilah ‘plastic’ atau ‘visual’, tetapi semestinya di dalamnya termasuk pula seni sastra dan seni musik.

Terkadang sebagai mahasiswa, Anda bingung ketika akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi, terutama ketika menentukan judul. Sehingga Anda perlu mencari inspirasi untuk judul sripsi yang akan Anda buat.

Buat teman-teman yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul skripsi Pendidikan seni, lagi mencari contoh skripsi Pendidikan seni gratis. mudah-mudahan contoh skripsi ini dapat membantu anda dalam membuat Pendidikan seni yang anda jalani.

Berikut Contoh Skripsi Pendidikan seni Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Perbedaan Hasil Belajar Antara Pendekatan Kontekstual Dengan Konvensional Pada Sub Konsep Keanekaragaman Hewan Di Kelas Vii Smp Negeri I Sragen Tahun Ajaran 2005/2006 (PBIO-4)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa akan datang. Pendidikan dapat dipahami sebagai suatu proses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan dan suatu pembentukan kepribadian dan kemampuan anak dalam menuju ke arah kedewasaan. Proses pembelajaran di lingkungan sekolah (pendidikan formal) melibatkan berbagai komponen. Jika salah satu komponen tidak terpenuhi maka proses pembelajaran kurang berhasil. 


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Pemberian Tugas Setiap Akhir Pertemuan Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Pada SD Inpres Buttatianang I Makassar (PBIO-3)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Konsep mengenai pendidikan yang dikembangkan saat ini, merupakan rangkaian upaya manusia Indonesia untuk meningkatkan sumber daya yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia pembangunan.
Pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di seluruh tanah air, sudah tentu tidak terlepas tuntutan zaman dan kebutuhan pendidikan yang cenderung melibatkan seluruh strata sistem kemasyarakatan dalam suatu proses interaksi dan komunikasi yang berimbang sebagai penjabaran operasional fungsi dan strategi bagi dunia pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IQRO’ GUNA MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KECAKAPAN HIDUP SISWA PADA PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP KLASIFIKASI, VIRUS, ..(PBIO-2)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang seperti politik, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini merupakan ciri/karakter dari dinamika di abad 21 yang merupakan abad informasi. Seiring dengan perubahan tersebut, lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

PENGARUH PEMBERIAN MERKURI KLORIDA TERHADAP STRUKTUR MIKROANATOMI HATI IKAN MAS (PBIO-1)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah pencemaran lingkungan terutama masalah pencemaran air mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, karena air merupakan salah satu unsur penting bagi makhluk hidup dan kehidupan. Sejalan dengan meningkatnya industrialisasi, konsentrasi unsur logam berat di dalam perairan juga meningkat, sehingga memungkinkan tercapainya tingkat konsentrasi toksik bagi kehidupan akuatik.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Contoh Skripsi Pendidikan Biologi

Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah "biologi" dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Istilah "ilmu hayat" dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti "ilmu kehidupan". Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya.

Berbagai cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Perbedaan-perbedaan dan pengelompokan berdasarkan ciri-ciri fisik kelompok organisme dipelajari dalam sistematika, yang di dalamnya mencakup pula taksonomi dan paleobiologi.

Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.

Terkadang sebagai mahasiswa, Anda bingung ketika akan mengerjakan tugas akhir atau skripsi, terutama ketika menentukan judul. Sehingga Anda perlu mencari inspirasi untuk judul sripsi yang akan Anda buat.

Buat teman-teman yang kebetulan lagi sibuk mikirin tentang pembuatan judul skripsi Pendidikan Biologi, lagi mencari contoh skripsi Pendidikan Biologi gratis. mudah-mudahan contoh skripsi ini dapat membantu anda dalam membuat  Pendidikan Biologi  yang anda jalani.

Berikut Contoh Skripsi Pendidikan Biologi Lengkap. Klik Judulnya untuk melihat isinya. 




Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Kesiapan Guru Fisika Smp Dalam Melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp) Di Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2006/2007 (PFIS-4)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perwujudan masyarakat yang berkualitas merupakan tanggung jawab pendidik yang sekaligus juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Tanggung jawab terfokus pada upaya mempersiapkan peserta didik yang mempunyai keunggulan, kreatifitas, mandiri, dan professional dalam bidangnya masing- masing. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan ini terus menerus dilakukan oleh pemerintah guna memenuhi tanggung jawab tersebut.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Modal Kerja Dan Satuan Jam Kerja Terhadap Pendapatan Pada Industri Kecil Pengrajin Genting Di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan (IS-12)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sebagai usaha meningkatkan pendapatan individu pada umumnya dan masyarakat daerah Wirosari pada khususnya, penduduk di Desa Karangasem Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan telah berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri, yaitu dengan mendirikan industri kecil genting. Keberadaan industri kecil genting tersebut merupakan salah satu potensi yang memiliki peran yang strategis didalam memajukan roda perekonomian suatu bangsa.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cara Seo Blogger

Contoh Tesis Pendidikan