Studi Karakteristik Fisik Lahan Pada Kebun Percobaan (Exferimental Farm) Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (PRT-169)

Bumi sebagai tempat kehidupan memiliki bentuk permukaan yang tidak sama pada setiap tempat. Hal ini terjadi akibat pengaruh dari luar maupun pengaruh dari dalam bumi.Bentuk permukaan bumi sangat tidak teratur. Ketidakteraturan ini memerlukan determinasi untuk merepresentasikan ukuran dan bentuknya.Penggambaran bentuk dan ukuran permukaan bumi merupakan bagian dari ilmu geodesi. Ada kalanya harus diketahui keadaan tinggi rendahnya suatu daerah guna pelaksanaan pekerjaan misalnya merencanakan letak bangunan-bangunan. Untuk mendapat bayangan yang terang tentang keadaan tinggi rendahnya suatu daerah digunakan garis-garis tinggi.

            Sebuah alasan penting mengapa sebidang tanah dihitung luasnya adalah karena ukuran luas dalam are atau foot persegi dimasukkan dalam akta tentang hak milik atas tanah. Tujuan lain untuk menentukan ukuran luas wilayah adalah seberapa luas permukaan harus diratakan, diperkeras, ditebari biji tanaman atau ditanami rumput. Dalam pengukuran tanah, ukuran luas dianggap sebagai proyeksi wilayah pada bidang horizontal. Metode pengukuran lapangan termasuk pembagian bidang menjadi bentuk-bentuk sederhana (segitiga, persegi panjang dan trapezium), (2) simpangan-simpangan dan garis lurus, (3) jarak meridian ganda dan (4) koordinat.

            Pada dasarnya tumbuhan yang tumbuh di atas lahan tergantung pada tanah karena tanah merupakan tempat tersedianya air dan unsur-unsur hara. Di samping itu, tanah harus menyediakan lingkungan supaya akar dapat berfungsi. Lingkungan ini memerlukan ruangan pori untuk perluasan akar. Oksigen harus tersedia untuk pernapasan akar dan karbondioksida yang dihasilkan harus didifusikan keluar dari tanah agar tidak  terakumulasi. Tiadanya faktor penghambat, seperti konsentrasi garam terlarut yang bersifat racun atau suhu yang ekstrem.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Komunitas Punk di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja (SO-13)

Pada masa kini dengan adanya globalisasi, banyak sekali kebudayaan yang masuk ke Indonesia, sehingga tidak dipungkiri lagi muncul banyak sekali kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Kelompok-kelompok tersebut muncul dikarenakan adanya persamaan tujuan atau senasib dari masing-masing individu maka muncullah kelompok-kelompok sosial di dalam masyarakat. Kelompok-kelompok sosial yang dibentuk oleh kelompok anak muda yang pada mulanya hanya dari beberapa orang saja kemudian mulai berkembang menjadi suatu komunitas karena mereka merasa mempunyai satu tujuan dan ideologi yang sama.

Salah satu dari kelompok tersebut yang akan kita bahas adalah kelompok “Punk”, yang terlintas dalam benak kita bagaimana kelompok tersebut yaitu dengan dandanan ‘liar’ dan rambut dicat dengan potongan ke atas dengan anting-anting. Mereka biasa berkumpul di beberapa titik keramaian pusat kota dan memiliki gaya dengan ciri khas sendiri. “Punk” hanya aliran tetapi jiwa dan kepribadian pengikutnya, akan kembali lagi ke masing-masing individu. Motto dari anak-anak “Punk” itu tersebut, Equality (persamaan hak) itulah yang membuat banyak remaja tertarik bergabung didalamnya. “Punk” sendiri lahir karena adanya persamaan terhadap jenis aliran musik “Punk” dan adanya gejalaperasaan yang tidak puas dalam diri masing-masing sehingga mereka mengubah gaya hidup mereka dengan gaya hidup “Punk”.“Punk” yang berkembang di Indonesia lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan. Dengan gaya hidup yang anarkis yang membuat mereka merasa mendapat kebebasan. Namun kenyataannya gaya hidup “Punk” ternyata membuat masyarakat resah dan sebagian lagi menganggap dari gaya hidup mereka yang mengarah ke barat-baratan. Sebenarnya, “Punk” juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan ”kita dapat melakukan sendiri”

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Mempelajari Kelayakan Usahatani Pembibitan Sengon (Albizia Falcataria) (Studi Kasus Di Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo) (PRT-106)

BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar belakang
Tanaman sengon ( Albizia falcataria ) merupakan jenis pohon yang tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo kususnya daerah - daerah Kecamatan Leces. Tanaman sengon biasanya kita jumpai pada areal pekarangan rumah, tegalan dan kanan kiri sungai dan tanaman sengon hampir selalu di libatkan dalam setiap urusan yang berkaitan dengan pemanfaatan kayu.

Salah satu kelebihan tanaman sengon adalah pertumbuhanya cepat dan kegunaan kayunya sangat beragam dari mulai akar sampai pucuk daunya mempunyai kegunaan yang tidak kecil bagi kehidupan sehari-hari demikian juga dengan kayunya dapat di pergunakan sebagai bahan baku industri seperti bahan dasar kertas, kayu lapis bahan dasar triplek di mana di kabupaten Probolinggo perusahaan KTI Sangat membutuhkan bahan dasar kayu sengon.

Tanaman sengon memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan prospektif terbukti dengan permintaan kayu sengon yang terus meningkat selain itu tanaman sengon juga memiliki manfaat yang cukup besar dalam upaya merehabilitasi tanah kritis. Untuk upaya pemerintah khususnya (Departemen Kehutanan) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Kehutanan Dan Perkebunan telah lama mencanangkan Program " Sengonisasi " yang tiap tahunya di laksanakan di Kabupaten Probolinggo.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Peranan Kelompok Tani Pelestari Sumberdaya Alam Dalam Konservasi Dan Pemanfaatan Hutan (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang) (PRT-105)

BAB I
PENDAHULUAN 

1.1. LATAR BELAKANG
Dengan berhembusnya angin reformasi yang ditandai dengan jatuhnya kekuasaan orde baru pada tahun 1998,  maka berubahlah sistem pemerintahan di negara kita yang didorong oleh suara-suara dan tuntutan dari rakyat Indonesia akan pentingnya pembagian kekuasaan antara pusat dan daerah, agar tidak terjadi kecemburuan antara Jakarta dan wilayah-wilayah yang nota benenya mempunyai potensi yang luar biasa dalam sumberdaya alamnya yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduknya tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya yaitu kekayaan alam yang terdapat di daerah dikeruk oleh pemerintah pusat dengan sistem yang berlaku saat itu, sedangkan daerah tersebut hanya kebagian sebagian kecil saja dari kekayaan daerahnya. Karena itulah kemudian muncul suara-suara dari daerah yang menuntut adanya otonomi daerah. Dengan semakin gencarnya tuntutan tersebut dan juga untuk mengantisipasi semakin berkem-bangnya embrio disintegrasi maka DPR sebagai pemegang amanah rakyat beru-saha mendorong inisiatif desentralisasi dan otonomi daerah, yang selama beberapa tahun terakhir terus dikampanyekan oleh para akademisi dan kalangan Ornop sebagai upaya untuk semakin mendorong iklim demokrasi dan peningkatan kese-jahteraan masyarakat di daerah.

Namun peraturan yang telah disusun tersebut memberikan kesan menga-burnya semangat otonomi daerah yang tengah dikembangkan atau bisa disebut otonomi yang setengah hati. Ditambah lagi adanya peraturan sektoral yang masih sangat bersifat sentralistis. Daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam UU No. 22 th 1999 merupakan daerah yang berwenang dan berkewajiban untuk mengurusi sendiri urusan rumah tangganya selain beberapa urusan yang memang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat. Dengan demikian, selain urusan-urusan peme-rintahan, satu hal yang harus dilimpahkan atau harus menjadi urusan pemerintah dan masyarakat daerah adalah pengelolaan asset negara di daerah, seperti sumberdaya alam. Tanpa adanya kewenangan tersebut maka layaklah jika otonomi daerah di Indonesia disebut sebagai otonomi daerah yang setengah hati.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Strategi Pengembangan Usaha Jamur Merang Pada Kelompok Tani Mancilan Purworejo Pasuruan (PRT-108)

PENDAHULUAN 

1.1   Latar Belakang.
Jamur merang ( Volvariella Valvacea ) merupakan salah satu komoditas sayuran tunas yang mempunyai masa depan baik untuk dikembangkan. Hingga kini sudah semakin banyak orang yang mengetahui nilai gizi jamur merang dan manfaatnya bagi kesehatan manusia. Dilain fihak produksi jamur merang di Indonesia sangat terbatas sehingga nilai ekonomi jamur merang semakin meningkat. ( Sinaga, 2000).
Budidaya jamur merang tergolong sangat mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, bebas pestisida dan ramah lingkungan. Jamur merang dapat dipanen 10 hari setelah tebar bibit, dalam 1 (satu) proses produksi dapat panen 10-15 kali. Suhu kompos yang diperlukan untuk pertumbuhan jamur merang antara 35 – 38 C, dengan kelembaban 95 – 98% (Anonim, 2003).
Jamur merang sebagai salah satu jenis pilihan Usaha Agribisnis memiliki potensi untuk dikembangkan, bahkan layak diusulkan menjadi sektor unggulan yang akan memperkuat struktur ekonomi. Alasannya, (a) Sumberdaya alam menyediakan bahan baku melimpah, (b) Sumber Daya Manusia (SDM) bersifat padat karya dan berbasis sumberdaya lokal yang kuat serta (c) Tidak memerlukan komponen luar negeri.
Jamur merang banyak mengandung protein nabati, serta unsur mikro nutrisi lainnya yang banyak dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran. Dalam 100 gram jamur merang terdapat kandungan gizi sebagai berikut : Protein 2,68%, Lemak  2,24%, Karbohidrst 2,6%, Vitamin C 206 Cal, Calcium 0,75%, Fosfor 30,6% dan Kalium 44,1%. Sedangkan manfaat jamur merang adalah, (a) menghambat pertumbuhan sel tumor, (b) meningkatkan sistim kekebalan tubuh dan (c) Menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah dan hati.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Perbedaan Pendapatan Petani Sistim Tanam Tabela Dengan Sistim Tanam Pindah Di Kabupaten Bangkalan (PRT-112)

I. PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang banyak menyandarkan kehidupan pada kebutuhan masyarakatnya dari sektor pertanian. Oleh karena itu pembangunan pertanian merupakan syarat mutlak untuk melaksanakan pembangunan perekonomian negara. Pembangunan pertanian bertujuan untuk mempertinggi produksi dan pendapatan petani sebagai langkah yang terarah untuk mencapai kemakmuran. Pembangunan pertanian dilakukan melalui suatu usaha dengan strategi yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui suatu program peningkatan pendapatan petani. Hal ini disebabkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian masih rendah. Padahal sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian (Soehardjo dan Patong, 1993 : 2).

Titik berat pembangunan jangka panjang adalah pembangunan bidang ekonomi dengan sasaran utama untuk mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri dalam negeri, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas lapangan kerja.

Ada dua (2) cara tambahan untuk mempercepat pembangunan pertanian, yaitu ; pertama, memperbaiki mutu tanah yang telah menjadi usahatani, misalnya dengan pupuk, irigasi, pengaturan sistem tanam ; kedua, mengusahakan tanah baru, misalnya pembukaan petak–petak sawah baru (Arsyad, 1992 : 281).

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Motivasi Instrinsik Dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Makasar (MS-30)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
            Istilah motivasi ( motivation ) berasal dari bahasa latin yaitu Movere, yang berarti “ menggerakkan “ ( To Move ). Teori yang dikembangkannya oleh Hezberg dikenal dengan “ Model Dua Faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor hygiene atau “pemeliharaan”. Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik.

        Salah satu kantor vertikal yang berada di bawah nanungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Piutang negara yang dikelola oleh KPKNL adalah piutang negara yang tidak dilunasi oleh penerima kredit, dan untuk menentukan piutang itu macet adalah sejak tidak ditepatinya/dipenuhinya piutang dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam perjanjian kredit. Piutang negara yang telah macet harus segera diserahkan penyelesaiannya pada KPKNL, jika tidak maka pihak KPKNL berhak mengambil alih kasus piutang tersebut. KPKNL dalam hal ini mempunyai kewenangan karena undang-undang yang berlaku dan adanya  kewenangan yang diberikan oleh pihak kreditur untuk dapat menyelesaikan kredit macet dengan berdasarkan perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemakaian Kondom Di Lokalisasi Guyangan Kabupaten Nganjuk (MS-29)

BAB  I 
P E N D A H U L U A N

1.1.          Latar Belakang Masalah
Barang kali sudah banyak yang tahu kalau prostitusi sudah lama ada didunia ini, bahkan banyak orang yang menyitir bahwa pelacur adalah salah satu profesi yang tertua didunia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pelacuran sekarang ini antara lain alasan ekonomi, mundurnya usia perkawinan, meningkatnya angka perceraian dan sebagainya. Berbarengan dengan kegiatan prostitusi tersebut penyakit kelamin menjadi salah satu efek samping yang harus ditanggung, sehingga penyakit kelamin boleh dikatakan penyakit yang paling mahal atau paling tidak paling dicari-cari karena untuk mendapatkannyapun orang harus membayar. 

Di Kabupaten Nganjuk, lokalisasi prostitusi yang resmi ada  di Guyangan, Kecamatan Bagor yang letaknya kurang lebih 6 km sebelah barat laut pusat kota. Hasil skrining Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk pada tahun Januari 2003 menunjukkan bahwa dari  258 PSK (Pekerja Seks Komersial) yang ada di lokalisasi Guyangan 26 persen diantaranya menderita penyakit menular seksual (PMS) yaitu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Para PSK ini dapat menularkan kepada lebih dari satu orang pelanggan tergantung dari berapa banyak pelanggan yang berhubungan dengannya yang pada gilirannya dapat juga menular kepada istri yang baik-baik, kemudian sang istri bisa menularkan lagi kepada bayi yang baru dilahirkan melalui proses persalinan, akibatnya orang yang tidak bersalahpun akan menanggung akibatnya. Meskipun tidak mungkin semata-mata menyalahkan para PSK karena mereka ada akibat “permintaan pasar” tetapi barangkali cara yang paling mudah untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular seksual ini adalah dengan mengintervensi para PSK ini karena mereka terlokalisir sehingga mudah dicari dan mudah pula diberi petunjuk. Mereka juga terorganisir baik oleh para mucikarinya maupun oleh “RT/RW” nya disamping itu tidak tabu bagi mereka untuk membicarakan masalah seksual, hal sebaliknya terjadi pada “pelanggan”nya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Pemberian Motivasi Oleh Pimpinan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Study Kasus Pada Kantor Pendidikan Dan Latihan Kota Kediri) (MS-28)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dengan diberlakukannya Undang-Undang No 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, merupakan momentum terjadinya pergeseran paragdigma sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang semula bercorak sentralistik menjadi desentralistik.
Prinsip otonomi daerah yang luas  nyata dan bertanggung jawab, sebagaimana dianut UU No 22 tahun 1999 merupakan kebijakan atau strategi untuk memberdayakan dan memandirikan daerah, serta mendorong kemandirian Pemda.
Secara eksplisit otonomi daerah merupakan kewenangan hakiki yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk mengurus dan mengelola berbagai urusan penyelenggaraan pemerintahan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, optimalisasi dan efisiensi dinas/badan/bagian/kantor serta uit-unit terkait lainnya melelui peningkatan prestasi kerja karyawan.
Dengan prestasi kerja karyawan yang meningkat akan terjadi efisiensi pada masing-masing sektor, sehingga dengan melalui peningkatan prestasi kerja karyawan diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Untuk meningkatkan prestasi kerja tersebut, perlu adanya motivasi yang diberikan oleh pimpinan dalam suatu organisasi.
Suatu organisasi akan berhasil dalam mencapai tujuan an program-programnya bila orang-orang yang bekerja dalam organisasi itu dapat melakukan tugas-tugas dengan baik sesuai dengan bidang dan tanggung jawab masing-masing.
Agar orang-orang dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka diperlukan seorang pemimpin yang dapat memotivasi an mengarahkan segala sumber daya yang ada kearah pencapaian tujuan.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Yuridis Proses Pendaftaran Tanah (Ajudikasi) Pada Kantor Pertanahan Kota Kendari berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (HK-29)

BAB I
PENDAHULUAN

A.                 Latar Belakang
Tanah merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia bahkan sampai meninggalpun manusia masih membutuhkan tanah. Kebutuhan manusia terhadap tanah dewasa ini makin meningkat. Hal ini disebabkan semakin bertambahnya jumlah penduduk, sementara disisi lain luas tanah tidak bertambah.

Tanah dalam pengertian yuridis adalah permukaan bumi, hak atas tanah adalah hak atas sebagian tertentu dari permukaan bumi, hak atas tanah adalah hak atas sebagian tertentu di permukaan bumi, yang terbatas, berdimensi dua dengan ukuran panjang dan lebar. Dasar kepastian hukum dalam peraturan-peraturan hukum tertulis sebagai pelaksana Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960, memungkinkan para pihak-pihak yang berkepentingan untuk dengan mudah mengetahui hukum yang berlaku dan wewenang serta kewajiban yang ada atas tanah yang dipunyai.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 1 ayat (1) menguraikan yang dimaksud dengan pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah secara terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengelolaan, pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis dalam bentuk peta dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termaksud pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya.

Pengertian hak milik menurut Henri Lie A. Weng (1970 : 3), Hak milik adalah hak untuk menikmati secara bebas dan memperlakukan secara sesuka si pemilik hak yang sempurna, pemilik dapat menggunakannya, menikmatinya, memusnahkannya, membuangnya, menjualnya. Secara umum pengaturan mengenai hak milik atas tanah dalam Undang-Undang Pokok Agraria dapat dilihat dalam Bagian III Bab II Pasal 20 sampai dengan Pasal 27, menurut prinsip-prinsip umum tentang hak milik atas tanah.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Implikasi Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Organisasi Di Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Madiun (MS-27)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah
Efektivitas setiap institusi atau organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia yang menjadi anggotanya. Manusia merupakan sumberdaya yang pertama  dan utama bagi setiap organisasi, yang memiliki keunikan persepsi, kepribadian dan pengalaman hidup. Manusia berbeda latar belakang kehidupan social budaya, ekonomi, dan politik serta kepercayaan dan nilai-nilai yang dianutnya. Kemampuan individu dalam meningkatkan efektivitas kerja di suatu organisasi bukan persoalan yang ringan. Manajer suatu organisasi harus memandang masing-masing karyawan atau anggota sebagai sosok yang memiliki kepribadian, perilaku yang unik dan persepsi yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Hubungan antara individu dan kelompok dalam suatu organisasi menciptakan harapan bagi perilaku individu. Harapan ini diwujudkan dengan memotivasi peran-peran tertentu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama. Beberapa orang harus memainkan peran pemimpin, sementara lainnya sebagai pengikut. Ada Top Manajer, menejer mengengah dan bawahan yang harus dimainkan sesuai porsi dan tanggungjawabnya. Organisasi memiliki sistem kewenangan, status dan kekuasaan, sementara manusia dalam organisasi mempunyai beragam kebuuthan yang diharapkan dapat terpenuhi melalui organisasi. Kelompok di dalam organisasi juga mempunyai pengaruh yang kuat atas perilaku individu dan kinerja organisasi.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Pragmatik Humor Nasruddin Hoja (PBI-10)



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang dan Permasalahan
Setiap orang pasti pernah berhumor. Ada yang berhumor karena mempunyai selera humor, ada pula yang berhumor karena dia seorang pelawak. Komunikasi dalam humor berbentuk rangsangan yang cenderung secara spontan menimbulkan senyum dan tawa para penikmatnya. Menurut beberapa ahli, humor timbul karena dalam diri kita ada pertentangan antara rasa ingin ‘main-main’ dan ‘keseriusan’ serta ‘kegembiraan yang meledak-ledak’ dan ‘kesedihan yang berlebihan’(Hakim, 2002:1) 

Humor memiliki peranan yang cukup sentral dalam kehidupan manusia. Humor tidak semata-mata sebagai hiburan untuk melepaskan beban psikologis penikmatnya tetapi juga sebagai wahana kritik sosial terhadap segala bentuk ketimpangan yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan bentuk yang unik ketimpangan-ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat diungkap dengan bahasa yang humoris dan berkesan santai serta menggelitik pembaca ataupun pendengar. 

Dalam humor dibutuhkan kecerdasan kedua belah pihak, yaitu penutur dan lawan tutur. Penutur harus bisa menempatkan humornya pada saat yang tepat, sebab bila saatnya tidak tepat bisa jadi humor tersebut tidak saja tidak lucu namun juga bisa menyakiti pihak lain. Lawan tutur harus bisa bersikap dewasa dalam menanggapi sebuah humor sebab bagaimanapun ‘tajam’nya kritikan dalam sebuah humor, tetaplah humor.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Strategi Pemasaran Buah Jeruk Keprok (Citrus Nobilis L) Lokal (Studi Kasus di Kecamatan ... Kotamadya ..(PRT-10)


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Keadaan Indonesia yang subur menjadikan Indonesia menjadi negara agraris, dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. hal ini di dukung oleh letak geografis yang sangat menguntungkan selain itu didukung pula oleh iklim, cuaca serta garis khatulistiwa yang melintangi negeri ini. Keadaan Ligkungan yang menguntungkan  seperti itu mengakibatkan  Indonesia mempunyai tanah yang subur, sehingga jika di ibaratkan Indonesia merupakan sebongkah tanah dari surga sehingga apapun yang ditancapkan atau ditanam di tanah Indonesia paasti akan tumbuh dengan subur.

Malang merupakan salah satu kota gambaran Indonesia yaitu negara agraris, di mana sebagian besar hasil produksi dari kota ini  berasal dari pertanian.hal ini terjadi dikarenakan Malang mempunyai letak geografis yang terletak di dataran tinggi sehingga baik cuaca maupun iklimnya sangat mendukung kegiatan pertanian yang ada di kota ini, dan budidaya hortikultura pun dapat berkembang dengan baik.

Holtikultura mencakup tanaman sayur-sayuran, buah-buahan. Hortikultura mengandung nilai kesehatan karena penting untuk memenuhi kebutuhan jasmani.  Didalam sayur-sayuran dan buah-buahan terkandung vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai pengatur dan pelindung jaringan tubuh, selain itu juga berfungsi sebagai sumber protein nabati. Hortikultura juga mengandung nilai seni karena  dapat memenuhi kebutuhan rohani antara lain menyebabkan ketentraman dan kepuasan bagi yang melihat yaitu dengan melihat tanaman hias (Hendro Sunaryono,1990).


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Interferensi Morfologi Dan Sintaksis Bahasa Jawa Dalam Bahasa Indonesia Pada Kolom “Piye Ya?” Harian Suara Merdeka (PBI-9)

BAB 1 
PENDAHULUAN 

A.   Latar Belakang
Komunikasi merupakan suatu kegiatan sosial (Kongres Bahasa, 1978:276). Dalam kegiatan ini dikirim dan diterima lambang-lambang yang mengandung arti. Pemberian arti perlu “sama” agar pengirim lambang (komunikator) dan penerima lambang (komunikan) mengerti satu sama lain sehingga kegiatan komunikasi dapat berjalan dengan baik. Komunikasi dapat melibatkan beberapa aspek. Alwasilah (1989:8) menyatakan “komunikasi sebagai suatu proses melibatkan (1) pihak yang berkomunikasi, (2) informasi yang dikomunikasikan, (3) alat komunikasi”. Tidak ada komunikasi yang tidak melibatkan ketiga aspek di atas dan sesungguhnya manusia tidak akan terlepas dari ketiga aspek tersebut. Dalam proses komunikasi digunakan bahasa sebagai pengantar.
Bahasa adalah salah satu ciri paling khas yang manusiawi yang membedakannya dari mahluk-mahluk lain (Nababan, 1984:1). Secara tradisional bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau juga perasaan (Chaer dan Agustina, 1995:19). Jadi, fungsi bahasa yang paling mendasar adalah sebagai alat komunikasi, yakni sebagai alat pergaulan antarsesama dan alat untuk menyampaikan pikiran. 
Indonesia merupakan negara yang wilayahnya sangat luas, penduduknya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai bahasa daerah serta berbagai latar belakang budaya yang tidak sama. Oleh karena alasan tersebut, Indonesia disebut negara yang kaya akan budaya. Salah satu di antara kekayaan budaya Indonesia adalah adanya bahasa daerah. Berdasarkan peta bahasa yang dibuat oleh pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, ada sekitar 726 buah bahasa daerah dengan jumlah penutur setiap bahasa berkisar antara 100 orang (ada di Irian Jaya) sampai yang lebih dari 50 juta (penutur bahasa Jawa) (Chaer dan Agustina,1995:294). Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur  yang besar, hal ini dapat dilihat dari bahasa Jawa yang digunakan di daerah Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur kecuali Madura. Bahasa Jawa termasuk dari sekian banyak bahasa daerah yang mendukung keutuhan dan kelanjutan kehidupan kebudayaan Indonesia.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Motivation Of The Main Character’s Survival In O’henry’s ‘Soapy’s Choice’ (PBING-23)

CHAPTER I
INTRODUCTION


1.1 Backgrounds of the Study
Why does somebody do something? Why do people go to work? Why do we go to college? There are many reasons why we do such things. Somebody does something because he/she wants  something  to be done, reached, and else. People go to work because they want to earn money, to  spend their times, to increase their societal status, and else. We go to school because we need knowledge, or maybe we just want to do our obligation to fulfill our education status. The reasons here can be said as goals. All of those examples make us learn that there must be something drives them to do something besides the goals we have said above, it is a motivation.

For more details about motivation, we can do one thing that is asking any person who is successful in whatever he or she is doing, what motivate him/her, and very  likely,  the  answer  will  be  goals’.  Goal  setting  is  extremely  important  to motivation and success. So, what motivate you? Just like what we have talked above, why are you in college? If you are in college because that is what your parents want, you may find it difficult to motivate yourself.

Someone will have a higher motivation if he is offered by a reward. For example, a student will have a higher motivation to study when his father promises to give                him       a car            if      he          graduates           soon.    However,                    an       article     found      in
http://www.princeton.edu.rbenobou/RES2003.pdf said that motivation is something which comes from within really makes the difference. Further the article says that certainly,  you  need  some  intelligence,  knowledge  base,  study  skills,  and  time management skills, but if you  do not have motivation, you would get far from reaching your success.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Disiplin dan Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Perusahaan Tenun (PRT-13)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain akan bersaing dalam hal kualitas, baik itu kualitas peningkatan sumber daya manusia maupun kualitas produk, terutama antara perusahaan yang menghasilkan produk yang sejenis. Peningkatan sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama karyawan dan manager dengan tujuan mencari nilai tambah agar perusahaan tersebut dapat menghadapi tantangan kompetitif berkaitan dengan globalisasi, peningkatan profitabilitas melalui pertumbuhan, modal intelektual, teknologi dan perubahan kontinyu. Oleh karena itu bagi seorang pimpinan perusahaan harus dapat bersikap fleksibel dalam setiap pengambilan keputusan. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah ingin mencapai tingkat laba optimal dengan menghasilkan produk yang berkualitas dan biaya yang rendah di samping mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu perlu perusahaan mengusahakan seoptimal mungkin agar tujuan tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam mencapai tujuan tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni yaitu karyawan yang memiliki sifat dan sikap membangun dan mempunyai daya tanggap, inisiatif, daya adaptasi yang tinggi. Selain itu, peranan tenaga kerja suatu perusahaan sangat penting karena tenaga kerja merupakan penggerak utama atas kelancaran usaha dan kinerja perusahaan karena merupakan salah satu asset (kekayaan) perusahaan yang harus dipelihara dan dijaga dengan jalan memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Perusahaan tanpa karyawan tidak akan dapat berjalan dengan lancar, sebab karyawan merupakan faktor yang sangat penting dalam mengadakan proses  produksi. Hal ini dipicu oleh adanya persaingan antar perusahan yang dewasa ini sangat ketat, baik dalam menciptakan dan memasarkan produk maupun perekrutan tenaga ahli dengan tawaran gaji yang tinggi dan disertai berbagai macam fasilitas (insentif dan bonus) yang menunjang. Oleh karena itu untuk menjaga agar karyawan tetap berkomitmen terhadap perusahaan maka perusahaan harus tetap dapat memberikan kepuasan kerja bagi para karyawan dengan berusaha senantiasa memenuhi kebutuhan karyawan baik secara finansial maupun non finansial.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Potensi Pengembangan Usaha Pengolahan Ubi Jalar di Kabupaten dan Kota Malang (PRT-14)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di dunia, jumlah tersebut terus meningkat seiring bertambahnya waktu. Peningkatan jumlah penduduk tersebut mengakibatkan kebutuhan bahan pangan dan kebutuhan akan papan juga semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk tersebut otomatis harus diimbangi dengan peningkatan bahan pangan yang mutlak dibutuhkan manusia. Kenyataannya, saat ini produksi bahan makanan pokok penduduk Indonesia yaitu beras dan jagung makin berkurang, hal ini makin diperparah dengan makin sempitnya lahan pertanian karena penggunaan lahan pertanian untuk pemukiman sebagai salah satu akibat dari peningkatan jumlah penduduk.

Oleh karena itu perlu adanya upaya yang dapat mengatasi masalah tersebut antara lain dengan mencari alternatif bahan makanan lain yang juga mengandung karbohidrat sebagai upaya diversifikasi pangan. Upaya tersebut antara lain dapat dilakukan dengan usaha pengolahan komoditas ubi jalar menjadi produk yang lebih menarik, ekonomis dan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

Saat ini  didalam masyarakat, umumnya ubi jalar masih disajikan dalam bentuk yang sangat sederhana, misalnya dalam bentuk ubi rebus, kolak, dan ubi goreng. Padahal, ubi jalar dapat diolah menjadi bermacam-macam bentuk makanan seperti yang telah dilakukan di negara-negara maju. Bahkan, ubi jalar juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, industri tekstil, industri kosmetik, dan industri lem.

Ubi jalar sebagai salah satu komoditas pertanian penghasil karbohidrat sudah tidak disangsikan lagi bagi masyarakat. Bahkan, ubi jalar memiliki peran yang penting sebagai cadangan pangan yang bila produksi padi tidak mencukupi lagi, ubi jalar dapat dijadikan sebagai bahan pangan substitusi beras. 

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

“Analisis Finansial Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kerajinan Tangan di UD. Bambu Klasik ...” (PRT-12)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Praktek penebangan hutan secara liar (illegal logging) yang diikuti dengan penyelundupan dan perdagangan kayu ilegal (illegal trading) ternyata tidak hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan hutan di tanah air khususnya di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga menimbulkan kerugian secara ekonomis. Kerugian ekonomis tersebut tidak hanya berupa hilangnya sumber daya hutan, tetapi lebih jauh telah menimbulkan persaingan tidak sehat dalam perdagangan produk industri hasil hutan di pasar internasional yang berdampak pada hilangnya sebagian pangsa pasar produk mebel dan kerajinan Indonesia.

            Dengan memanfaatkan pasokan kayu gelondongan murah hasil kegiatan illegal logging dan illegal trading selundupan dari Indonesia, maka China dan Vietnam pun kini menjadi dua negara pendatang baru di pasar ekspor produk mebel (furniture) internasional yang mampu merebut sebagian pangsa pasar produk mebel Indonesia di pasar dunia.

            Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) M. Djalal Kamal, permintaan ekspor produk mebel dan kerajinan dari Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan akibat sebagian pangsa pasar produk mebel dan kerajinan Indonesia di luar negeri direbut oleh para eksportir mebel dari China dan Vietnam yang memperoleh pasokan bahan baku asal Indonesia secara illegal. Padahal selama ini produk mebel dan kerajinan dari China dan Vietnam tidak pernah dapat bersaing dengan produk mebel maupun kerajinan dari Indonesia karena mereka memang tidak memiliki sumber bahan baku yang memadai.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Studi Gender Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki (Studi Kasus Pada Pabrik Rokok Sumber Redjeki) (PRT-11)

BAB I
PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang
Dalam menghadapi era globalisasi kerja sama ekonomi dari segi produksi dan pemasaran antar Negara mempunyai peluang strategis untuk mengembangkan dan menyalurkan produksi pertanian ke berbagai Negara di Dunia. Usaha yang bergerak dalam bidang pertanian memerlukan modal dan teknologi serta sumber daya manusia yang produktif, karena peningkatan produksi dalam suatu perusahaan tidak terlepas dari penerapan teknologi dan kemampuan sumber daya manusianya. Teknologi penelitian baru hanya akan berhasil jika telah bermanfaat atau telah digunakan dalam masyarakat atau pengusaha secara tepat dan benar.

            Peran gender dalam pabrik rokok Sumber Redjeki sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan memang dalam kenyataannya sangat mencolok, dan hal itu dapat menunjukkan bahwa antara laki-laki dan perempuan sangat memiliki perbedaan secara alami (natural) dan perbedaan yang di karenakan pengaruh pada lingkungan (nurtured) di dalam masyarakat akan terbentuk suatu peran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

            Dalam pembagian kerja, peran laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda, dari segi pembagian kerja secara seksual perempuan sangat dihubungkan dengan pekerjaan yang bersifat produktif, yaitu seperti pada pekerjaan rumah tangga dan merawat anak. Sedangkan untuk laki-laki pada tingkat pekerjaannya memiliki sifat lebih pada produktif kerja, karena hal ini dihubungkan dengan pekerjaan yang bersifat dalam pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan sandang. Peran perempuan selalu dikaitkan dengan ruang lingkup domestik sedangkan untuk peran laki-laki selalu dikaitkan dengan ruang lingkup publik, oleh karena itu peran domestik sangat kurang dihargai. Potensi Perempuan sebenarnya sangat luar biasa dalam arti sangat mungkin melakukan dua peran sekaligus yaitu sebagai seorang yang melakukan aktivitas berproduksi juga dapat membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

THE EXPRESSIONS OF THE MAIN CHARACTERS’ LOVE IN THOMAS HARDY’S NOVEL THE RETURN OF THE NATIVE (Psychological Approach) (PBING-1)

CHAPTER I
INTRODUCTION

1.1 Background of the Study

The study is in the area of psychology analysis. Davidoff (1976: 2) explains that psychology is the science of behavior. While behavior itself is any human or animal process or activity that can be objectively observed or measured. The definition of behavior includes thoughts, feelings, dreams, and anything a person does or experiences.


On the area of psychology, psychologists have observed some phenomena such as thoughts, sensations, emotions, needs, motives, personality characteristics, and capabilities that cannot be observed or measured directly. These phenomena are called hypothetical constructs (Davidoff 1976: 2)

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

The Effect Of Using “Multi Media” Vcd As Media For Teaching Vocabulary To Kindergarten Students (PBING-10)

CHAPTER I INTRODUCTION

1.1 Background of the Study

It is very important to master English as an international language. To gain a good result of English learning, people should take a good and effective ways because learning English as a foreign language is a complex task. Learning English as a foreign language is a difficult thing to do for most of the Indonesian students. It also takes a lot of time since English as a foreign language for them.


The same condition also happens to very young learners who are the beginners in learning English. Vanessa Reilly & Sheila M. Ward ( 2003: 3 ) states that very young learners refer to children who have not yet started compulsory schooling and have not yet started to read. It means that it is really a new thing for them in learning English. It also means that the teacher needs more effort to teach them English. As young learners who enjoy having fun, and enjoy things with happy feeling, the students need more relaxing learning atmosphere, so they could join the English classes comfortably, and with high enthusiasm. It becomes the teacher’s tasks to make the situation comes true. The teacher needs some things to be involved in the English classes.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Permintaan Kedelai Indonesia (PRT-8)

BAB I 
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Dari hasil studi yang dilakukan oleh FAO memberikan gambaran bahwa laju pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang yang membawa dampak kepada peningkatan kemakmuran akan terus berlanjut paling tidak sampai tahun 2000.  Konsekuensinya ialah makin bertambah-cepatnya permintaan pangan serta perubahan bentuk dan kualitas pangan dari penghasil energi kepada produk-produk penghasil protein nabati maupun hewani seperti susu, telur, tempe dan daging (BULOG, 1992). 

Kedelai merupakan sumber protein nabati yang tinggi serta sumber lemak, vitamin dan mineral yang sering dikonsumsi masyarakat dalam negeri. Tanaman kedelai telah lama diusahakan di Indonesia. Dipulau Jawa dan Bali sudah ditanami sejak tahun 1970. Sebagai bahan makanan kedelai bernilai gizi tinggi dari tanaman kacang-kacangan lainnya.
 Dewasa ini kebutuhan kedelai semakin meningkat tiap tahunnya. Di akhir Pelita I yaitu tahun 1973, Indonesia mengekspor sekitar 26 ribu ton kedelai. Namun tahun tahun berikutnya, produksi yang dicapai tidak mampu mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat. Peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi kedelai baik masyarakat maupun industri menuntut pemenuhan permintaan kedelai sedangkan produksi kedelai dalam negeri semakin menurun dan belum mampu memenuhi permintaan kedelai sehingga dibutuhkan kedelai impor untuk menutup permintaan kedelai dalam negeri.


Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini

Analisis Margin Pemasaran dan Nilai Tambah Penyulingan Nilam di Kecamatan ... Kabupaten ... (PRT-7)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Sektor pertanian di negara-negara sedang berkembang mempunyai potensi untuk menghasilkan empat tipe kotribusi pertanian. Kontribusi pertanian yang pertama adalah kontribusi produksi, dimana perkembangan sektor non pertanian sangat tergantung pada sektor pertanian terutama dalam penyediaan kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan untuk sektor industri. Kontribusi yang kedua yaitu kontribusi pasar, hal ini dikarenakan sektor pertanian menghasilkan produk-produk yang berupa komoditi dan menjualkan untuk membeli komoditi di sektor non pertanian. Kontribusi yang ketiga yaitu kontribusi faktor produksi, peran sektor pertanian biasa dilihat dari pembentukan modal oleh sektor industri yang berasal dari sektor pertanian. Kontribusi yang keempat yaitu kontribusi dalam menciptakan devisa negara, karena sektor pertanian menghasilkan komoditi yang dapat diekspor dan dapat menghasilkan devisa bagi negara (Soekartawi, 1995).

Sektor pertanian dalam wawasan agribisnis dengan perannya dalam perekonomian nasional memberikan beberapa hal yang menunjukkan keunggulan yang patut dipertimbangkan dalam pembangunan nasional. Keunggulan tersebut antara lain melihat tingginya nilai tambah agroindustri. Dengan kontribusi tersebut dalam perekonomian nasional maka sektor agrobisnis semakin dipacu mengenai pengembangan teknologi yang ada.
 
Pengembangan teknologi tersebut karena masih ada masalah yang dihadapi oleh agroindustri yaitu antara lain: penyediaan bahan baku yang teratur dalam bentuk kuantitas maupun kualitas yang memadai, serta harga yang bersaing menjadi persoalan yang sulit bagi agroindustri. Apalagi bahan baku tersebut harus dibeli dipasar bebas dari petani kecil yang lokasinya terpencar-pencar. Kedua pemasaran sering menjadi persoalan karena produk yang dihasilkan mempunyai pesaing dan karena kurangnya informasi pasar.

Untuk mendapatkan FILE LENGKAP dalam bentuk MS-Word Mulai BAB 1 s.d. DAFTAR PUSTAKA, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File atau klik disini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Cara Seo Blogger

Contoh Tesis Pendidikan